Untuk kedua kalinya, Ayara kembali melakukan hal yang tak seharusnya bersama dengan Adam. Bukan ia tidak tahu jika itu adalah perbuatan yang salah, akan tetapi Ayara juga manusia biasa yang tak luput dari kata khilaf. Rasa yang selama ini sangat ia rindukan dan juga inginkan, ia dapatkan dari Adam. Sesuatu yang telah lama Beni tak berikan, semuanya ia dapatkan dari Adam. Perhatian, kasih sayang dan juga sentuhan semuanya didapatkan dari Adam. Dan entah mengapa, hatinya yang sedang terluka seolah terobati oleh dosa terindah yang mereka lakukan. “Apa yang kau pikirkan?” tanya Adam, saat ini mereka baru saja melakukannya. Dan itu terjadi di kamar yang ada di ruangan Adam. Kamar yang biasa Adam pakai untuk ia beristirahat kala ia lelah di sela-sela pekerjaannya. “Aku …” Adam memegang pipi

