Hancurnya Beni

1107 Words

Sabrina tengah dilanda ketakutan saat ini, ia tak pernah menyangka kalau Beni akan mengetahui rahasianya. Sabrina merasa bod0h dan menyesal karena tak bisa membaca gerak-gerik Beni, selama ini Beni bersikap biasa dan tidak melakukan hal yang mencurigakan. Baginya Beni adalah Beni yang bodoh yang tidak mungkin akan tahu kalau sebenarnya bayi itu adalah bukan putranya. “Kenapa kau hanya diam saja, dimana mulut berbisamu itu Sabrina?” Di suasana yang sedang tegang ini, Tama malah datang dan membuat suasana menjadi semakin runyam. Sabrina menahan segala perasaan yang bercampur aduk dalam hati, sepertinya untuk saat ini ia sudah tidak bisa menghindar lagi. Dan mau tidak mau Sabrina akan menghadapi kenyataan terburuk dalam hidupnya. “Aku sangat mencintaimu, Sabrina. Banyak harapan yang ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD