Tidak Akan Menahan Diri Lagi

1309 Words

Seorang pria duduk sendiri di sudut kamar, redupnya lampu menemaninya dalam kesendirian, jam menunjukkan lewat tengah malam. Ia hanya diam, memandangi lantai yang kosong, seolah mencari sebuah jawaban di sana. Wajahnya yang datar terlihat lelah. Matanya merah, menandakan kalau ia tengah menangis. Menangisi sebuah penyesalan yang terjadi dalam hidupnya. Sebuah kesalahan telah ia lakukan, kesalahan yang sangat besar dalam hidupnya. Ia telah meninggalkan seseorang yang sangat mencintainya demi seorang pembohong besar yang mempermainkan hidupnya. Air mata itu kembali menetes membasahi wajahnya, entah berapa lama ia menangis dan bersembunyi di dalam kamar. Entah mengapa penyesalan itu enggan menghilang dalam hatinya. Penyesalan itu terus menggerogoti hatinya, dan membawanya masuk ke dalam jur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD