“Ayara, aku sangat merindukanmu.” pria itu kembali berbisik tepat di telinga Ayara. Dan dengan cepat, Ayara langsung berbalik lalu mendorong pria itu. “Apa yang kau lakukan, brengs3k!” teriak Ayara. Ia sungguh marah dengan apa yang pria itu lakukan padanya. Bisa-bisanya ia datang dengan diam-diam dan menyusup ke kamarnya. “Ayara.” Beni mendekat dan ingin kembali memeluk Ayara, akan tetapi Ayara menghindar. Sampai kapanpun, Ayara tidak akan pernah mau disentuh oleh Beni. “Bagaimana bisa, Mas masuk ke rumah ini?” masih dengan keterkejutannya Ayara bertanya pada Beni. “Apa kau lupa, kalau aku yang membeli rumah ini?” ucap Beni. Ayara mendengus, ia bahkan lupa mengganti sandi pintu rumahnya. Ia pikir kalau bajing4n ini tidak akan pernah datang lagi, nyatanya ia malam mendatangi rumahnya d

