Teganya, Kau Sabrina

1109 Words

Di perusahaan Tama yang saat itu baru saja selesai meeting, mencoba untuk menyapa Adam. “Tuan Adam.” sapanya. Seperti biasa, pria ini memang selalu dingin kala bersikap. Adam hanya menganggukan kepalanya sedikit pada Tama. “Apa kita bisa berbincang sebentar, Tuan Adam?” “Maaf, tapi aku sedang sibuk.” jawabnya. “Padahal ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Tuan Adam. Ini tentang keponakanmu. Mantan suami istrimu.” ucapnya lagi berusaha memancing. “Sayangnya aku tidak tertarik.” Tama mengulas senyumnya pada Adam, “Apa kau tidak ingin tahu tentang kehidupannya, aku pikir akan sangat menarik kalau kau tahu.” “Satu-satunya yang membuatku tertarik hanya istriku.” Adam pun kemudian pergi meninggalkan Tama. Baginya tak penting mengetahui rahasia siapapun. Selama dirinya dan juga Ayara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD