Setelah mendapatkan kesepakatan dengan Cassandra, Arthur mulai mendekati Sabrina, akan tetapi Sabrina menolak untuk dekat dengan Arthur. Ia tidak mau lagi jatuh ke dalam lobang yang sama, dimana hidupnya hancur karena ketertarikannya pada pria. Meski ia belum sepenuhnya sadar dengan kesalahannya pada Ayara, tapi Sabrina mencoba untuk hidup dengan normal. Ia tidak mau terjebak ataupun terjerumus kembali ke dalam masalah. Ia hanya ingin hidup dengan tenang, tanpa adanya gangguan. Namun, rupanya keinginannya itu tidak terkabulkan. Karena mulai saat ini ia akan terikat dengan sebuah masalah yang akan menyeretnya kembali ke dalam kesulitan. “Nyonya … bukankah anda pernah mengatakan kalau anda tidak akan memaksa pegawai anda untuk melayani seorang pria. Tapi apa ini? Kenapa aku harus melayani

