Bab 21. Sehangat Pelukanmu

1326 Words

“Saya cuma kecapekan, Dok. Tapi orang gila itu, maksa saya datang ke rumah sakit ini,” bisik Vivian ketika dokter memeriksanya. Sang dokter hanya tersenyum. Ia melanjutkan memeriksa wanita itu dan mengangguk lemah. “Berarti suami Anda sangat menyayangi Anda, Bu,” sahut dokter. Ia melingkarkan stetoskop di leher dan menambahkan. “Nikmati perhatiannya, selagi dia masih protektif, artinya Anda adalah prioritas utama dalam hidupnya,” imbuh dokter. “Masalahnya … dia bukan–” “Gimana keadaannya, Dok?” Vivian menjeda ucapannya karena Ethan tiba-tiba melempar tanya. Bahkan ketika dokter belum beranjak dari sisi brankar. Pria itu menatap dokter berkacamata itu lekat dan seakan-akan tidak sabar menunggu jawaban. “Istri Anda hanya kecapekan. Tekanan darahnya sempat naik karena stres. Unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD