26

918 Words
I would like to travel the world with you twice. Once, to see the world Twice, to see the way you see the world -Jason James Heilton- **** Valeri merapikan seluruh barangnya ke dalam koper. Hari ini, dia dan Jason akan pergi ke Bali selama 5hari untuk urusan pekerjaan. Valeri tersenyum senang  mengingat sejak hari pertunangan Jason itu, lelaki itu jadi semakin perhatian. Ia juga sering mengecup kening Valeri serta membuatkan Valeri sarapan meski terkadang rasa masakan Jason sedikit aneh. Valeri menarik kopernya dan turun ke lantai bawah. Disana ia menemukan Jason tengah menungguinya. Valeri merasa pipinya panas ketika melihat penampilan Jason. Astaga lelaki ini tampan sekali! Valeri tak mengerti apa yang sedang Tuhan pikirkan ketika menciptakan Jason. Pastilah Tuhan sedang amat bahagia sampai-sampai umatnya bisa sesempurna ini.   "Aku tahu aku tampan, tak perlu menatapku sampai begitu"Ucap Jason sombong. Valeri mencibir kecil, "Aku tidak merasa kau tampan"Ucap Valeri menantang. Jason menaikan alisnya sebelah, "Benarkah? Kalau begitu mari kita lihat, apa kau bisa tahan dengan pesonaku Mrs. Darron"Ucap Jason pelan. Lalu sesaat kemudian lelaki itu mendekatkan wajahnya pada Valeri. Valeri membelak ketika menyadari Jason mulai berjalan mendekatinya. Ia sudah beringsut mundur bahkan sampai ke ujung tembok, namun tampaknya Jason tak akan berhenti. Dan jika Jason tidak berhenti maka.. Jason akan menciumnya.. Valeri memejamkan matanya gugup, ia tak sanggup melihat Jason dengan jarak dekat seperti ini. Kalau dia khilaf kan bisa bahaya.. Jason mengangkat dagu Valeri ke atas sehingga Valeri membuka matanya, dan Valeri kembali terpesona saat matanya menatap ke mata biru itu. "Sepertinya kau jatuh cinta lagi padaku, Mrs. Darron"Ucap Jason sambil tersenyum manis sekali. Valeri tergagap dan memalingkan wajahnya yang merona malu. Astaga Jason benar, ia baru saja jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada lelaki itu. Jason terkekeh pelan lalu mengecup bibir Valeri cepat membuat gadis itu kembali membelak. "Itu ganjarannya karena berani menggodaku"Ucap Jason sambil tersenyum dan meninggalkan Valeri yang membeku di tempatnya. **** Jason dan Valeri akhirnya sudah sampai di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam. Saat berada di bandara, Valeri bisa merasakan bahwa semua tatapan orang-orang tengah terpusat pada mereka. Mungkin karena Jason tampan kali ya? Jason sendiri juga tampak tak banyak omong. Dia hanya diam sedaritadi dan hal itu membuat Valeri kebinggungan. "Kau kenapa sih?"Tanya Valeri pada Jason akhirnya. Selain karena lelaki itu tak berbicara padanya, Jason juga tak menatap wajah Valeri daritadi. Aneh sekali lelaki ini. "Apanya?"Jawab Jason singkat, namun matanya tetap menatap lurus ke depan. Valeri mendengus melihat kelakuan Jason yang menyebalkan itu. Valeri maju selangkah lebih cepat dari Jason dan mencegat laki-laki itu sehingga mau tidak mau Jason akan menatap wajah Valeri. "Apa yang ka-"Ucap Jason terpotong ketika melihat wajah Valeri. Lelaki itu tampak mengigit bibirnya lalu memalingkan wajah, lalu sedetik kemudian, Jason tertawa lepas sampai-sampai mereka benar-benar jadi pusat perhatian disini. "AHAHAHAHAHAHAH"Tawa Jason mengelegar sampai ke ujung Bandara mungkin. Valeri mengernyit, apa yang terjadi dengan Jason? Valeri tidak mengerti. Ia tak mengerti apa yang Jason tertawakan karena ia tak melihat sesuatu yang lucu. Valeri berusaha menghentikan tawa Jason yang besar itu, namun yang ada suara tawanya malah semakin besar. Bahkan beberapa anak kecil serta orang dewasa sekarang ikut tertawa bersama Jason. Valeri mengernyit lagi, apa semua orang sudah gila? Jason memegangi perutnya yang terasa sakit karena terus-terusan tertawa. Ia menghapus air matanya dan berusaha untuk menghentikan tawanya. "Sudah selesai?"Ucap Valeri kesal karena sedaritadi di abaikan. Jason mengangguk-angguk meski masih tertawa kecil, ia mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera. "Kau lihat bagaimana wajahmu?AHAHAHHAHA"Ucap Jason yang kemudian tertawa dengan keras lagi. Valeri membelak, menatapi wajahnya yang penuh dengan coretan. Ia memegangi wajahnya dan akhirnya sadar kalau Jason sudah mencoret wajahnya dengan lipstik saat ia tidur di pesawat tadi.   Pantas saja Jason tak menatap ke arah Valeri. Hal itu ia lakukan karena ia takut tawanya meledak. Pantas semua orang menatap ke arah mereka, itu karena mereka menyadari kalau wajah Valeri penuh dengan coretan. Rasanya Valeri malu sekali. Jika ada lobang maka Valeri akan mengubur dirinya di dalam sana. Valeri menatap Jason dengan kesal, namun tampaknya lelaki itu masih tetap setia dengan tawanya. Valeri mendengus, ia akan membalas perbuatan Bossnya ini. Valeri berjalan cepat ke arah depan meninggalkan Jason yang kebinggungan di belakangnya. "Valeri, tunggu kau mau kemana?"Teriak Jason dari belakang. Namun Valeri tak perduli. Ia keluar dari bandara dan masih menjadi pusat perhatian. Sialnya ia tak membawa tissue basah di tasnya jadi ia tak bisa membersihkan wajahnya. Sebelum berangkat tadi, Jason sudah menunjukan orang yang akan menjemput mereka di bandara. Namanya adalah Ethan. Valeri masih mengingat wajahnya meski hanya melihat sesaat. Itu karena wajah Ethan sangat tampan seperti artis hollywood jadi Valeri bisa mengingatnya dengan jelas.   "Ah itu dia."Gumam Valeri ketika menemukan lelaki yang bernama Ethan itu. Valeri pun langsung berjalan menghampiri Ethan. "Ethan kan?"Ucap Valeri ketika sudah berdiri didepan lelaki itu. Ethan mengangguk, ia tampak terkejut saat melihat Valeri, namun lelaki itu dengan cepat bisa menutupinya. "Valeri ya?"Ucap Ethan ramah. Valeri menangguk, "Iya" "Valeri kamu marah ya?"Ucap Jason yang baru saja sampai di belakang Valeri dan tidak menyadari kehadiran Ethan. "Ah, Mr. Heilton"Sapa Ethan sambil mengulurkan tangan. Jason menoleh dan baru menyadari kehadiran Ethan. Ia membalas jabatan tangan itu. "Panggil aku Jason saja, dan aku juga akan memanggilmu Ethan"Ucap Jason  yang di balas anggukan oleh Ethan. "Ethan, bisakah kita pergi sekarang?"Tanya Valeri yang sedaritadi tidak menatap ke arah Jason. Ethan mengangguk, "Baiklah, mari pergi" Valeri mengikuti langkah besar Ethan dan meninggalkan Jason yang berada di belakangnya. Valeri berjanji, ia tak akan berbicara pada Jason selama 2 hari atau paling tidak sampai Valeri tidak kesal lagi.   **  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD