15. Melawan

1136 Words

Kembali ke mejanya, Alby masih di sana, menikmati makan siang yang juga dibuatkan Emery. Ah, Helva jadi terharu, dia akan bertemu Emery lebih sering setelah ini. “Kotak bekalnya biar aku bawa pulang dulu, buat aku cuci,” katanya sebelum duduk di mejanya. “Oke. Tak masalah. Kau menghabiskannya, bukan?” Alby bertanya untuk memastikan. “Habis, berdua,” jawabnya. Pria itu tertawa, cukup paham maksudnya. Tapi, belum sempat Helva duduk sempurna di kursinya, sebuah pesan masuk ke ponselnya lalu setelahnya panggilan masuk menyusul. Dahi Helva mengerut sebab yang menghubunginya adalah pihak apartemen yang Helva sewa. “Halo?” Helva menerima panggilan itu. Di seberang mejanya Alby sempat mengintip, memperhatikan dan membuka telinganya sebab melihat Helva tampak begitu murka setelah mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD