Cahaya matahari pagi menyelinap dari sela tirai, menyapu perlahan kamar dengan warna keemasan yang hangat. Burung-burung terdengar samar di kejauhan, namun tidak cukup kuat untuk mengusir keheningan yang menggantung di ruangan. Helva membuka matanya perlahan. Kepalanya berat, seperti dipenuhi kapas lembap, dan tenggorokannya terasa kering. Dia mengerjap beberapa kali, mencoba membiasakan diri dengan cahaya yang menyengat, lalu merasakan sesuatu. Sakit. Tubuhnya pegal, terutama di bagian punggung dan bahu. Lututnya pun nyut-nyutan, mungkin akibat terjatuh kemarin atau posisi tidurnya yang aneh. Tapi rasa tak nyaman yang paling nyata adalah kesadaran akan tempatnya berada. Tempat tidur asing. Seprai abu-abu. Bau wangi khas Daniel yang menguar lembut dari bantal. Perlahan dia menoleh da

