LANJUTAN 19

1658 Words
 Antara rasa takut dan penasaran, Krisna alami saat itu, rasa takut akan sosok makhluk yang ada di kosan itu dan rasa penasaran terhadap cerita yang di utarakan oleh Pak Yaya, membuat rasa itu sama – sama memiliki peranan yang sangat kuat kepada Krisna.   Cerita dari Pak Yaya sangatlah membuat Krisna tertarik, setiap barang ataupun benda memang memiliki sejarah nya masing – masing, hal ini lah yang membuka mata Krisna , dan membuat Krisna menghargai setiap kejadian yang Ia alami, Semua kejadian yang pernah terjadi memanglah menjadi guru terbaik di dalam diri Krisna.   Malam pun menjelang, perkataan Pak Yaya masih teriang di telinga dan pikiran Krisna, terutama sosok makhluk yang ada di kosan itu, rasa takut nya muncul dan membuat Krisna sedikit terganggu.   “ Duh Gara – gara Pak Yaya, Aku jadi mikir yang aneh – aneh.” Ujar Krisna.   Saat Krisna sedang melamun dan memikirkan ucapan Pak Yaya, terdengar suara ketukan Pintu ke kamar Krisna, terkejut Krisna mendengarnya.   “ Suara Apa itu.” Ujar Krisna yang sedang berbaring.   Suara ketukannya semakin keras.   “ Siapa?” Sahut Krisna.   Krisna melihat jam da ternyata waktu masih pukul 8 malam.   “ Masa Ada yang aneh jam segini.” Ujar Krisna.   “ Siapa?” Sahut Krisna berteriak.   “ Aku Ini Bram.” Ujar Bram, sambil mulut penuh dengan makanan.   Krisna bangun dan membuka pintu.   “ Bang Kenapa Tidak jawab dari tadi, jantungku hampir copot rasanya.” Ujar Krisna.   “ Kau ini bukanya terima kasih, Ini Untuk Kau.” Sambil memberikan sebungkus nasi goreng . “ Mana bisa Aku menjawab, tadi mulutku penuh dengan roti, tersedak nanti Aku jika balas sahutan Mu Itu.” Ujar Bram.   “ Ya , Aku kira Ada makhluk apa, makannya Aku pastikan dulu.” Ujar krisna.   “ Kau ini sekali penakut tetap penakut.” Ujar Bram.   “ Dalam merangka apa bang? Bawa nasi goreng segala, terus tumben main ke sini?” Tanya Krisna.   “ Aku jenuh di rumah, Makannya Aku main ke sini, sekalian jenguk Pak Yaya juga.” Ujar Bram.   Perbincangan mereka sangat seru, di tambah dengan Pak Yaya, obrolan mereka pun semakin panjang,  hingga akhirnya waktu pun tepat menunjukan jam 1 malam, Bram pun memutuskan untuk pulang, sedangkan Pak Yaya memutuskan untuk bergadang di teras rumah.   Krisna yang Pamit ke Pak Yaya untuk beristirahat melihat kejanggalan yang di tunjukan Pak Yaya, saat Posisi Krisna sudah di tangga menuju lantai dua langkahnya seketika terhenti, ketika melihat pak Yaya tertawa, heran sebab memang di luar rumah tidak ada siapa- siapa hanya Pak Yaya sendiri.   Krisna pun tidak mau ambil pusing dengan itu, hanya saja pikiran Krisna sudah memikirkan yang lain dan berhubungan dengan luar nalarnya, seketika langsung saja Krisna masuk ke dalam kamar dan menutup dirinya dengan selimut, keringat cemas mulai bercucuran, pikirannya selalu memikirkan bentuk makhluk yang belum tentu itu benar adanya, gelisah menyelimuti Krisna sepanjang malam, sampai fajar pun tiba, Krisna tidak tertidur sedikit pun , tubuhnya lemas karena kurang istirahat, saat datang bekerja pun tubuhnya lemas dan wajahnya pucat.   “ Kau ini kenapa Kris?” Tanya Bram.   “ Aku tidak tidur Bang.” Ujar Krisna.   “ Kenapa bisa, ?” Tanya Bram.   “ Semalam pikiranku mikirin yang Aneh – aneh Bang, jadi Aku tidak bisa tidur.” Ujar Krisna.   “ Mikirin apa Kau?” Tanya Bram.   “ kata Pak Yaya, di rumah itu ada penghuninya, ada makhluk selain kita di sana, jadi saja Aku terlalu memikirkan makhluk itu.” Ujar Krisna.   “ Kau ini penakut, Aku pun sudah lama tinggal di sana sebelum pindah dan sebelum Kau tinggal di sana, tidak ada yang namanya penampakan atau apa.” Ujar Bram.   “ Ya mungkin pikiran ku saja yang Kacau, hanya saja aku sekarang seperti orang sakit, lemas sepeti ini.” Ujar Krisna.   “ Ya sudah , Kau mau pulang?, pulanglah , istirahat saja di rumah, biar Aku nanti yang bilang ke Pak Yuda.” Ujar Bram.   “ Gak Papa Bang, Aku paksakan saja, lagi pula hari ini gak terlalu banyak kerjaan.” Ujar Krisna.   “ Ya sudah, terserah Kau saja.” Ujar Bram.   Krisna akhirnya bekerja seperti biasa, hanya saja pikirannya sedang kacau, pandangannya mulai muncul halusinasi, tapi Krisna terus memaksakan tubuhnya untuk tetap bekerja, hingga akhirnya Krisna kembali melihat sosok bayangan hitam yang sedang memperhatikannya, dia berusaha Acuh, tapi pandangannya tidak bisa berpaling, Dia berusaha berpikir positif dan menganggap hal itu hanya halusinasi, tapi ketika sekelebat wewangian muncul Krisna tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan area kerja, dan meminta ijin untuk pulang.   Sesampainya di rumah kos, tanpa sedikit kata yang keluar, Krisna lekas berbaring dan menyelimuti tubuhnya yang dingin , badannya menggigil, tubuhnya sangat lemas , hingga akhirnya Krisna pun tertidur sangat lelap.   Di dalam tidurnya yang lelap, Krisna mengalami bunga tidur yang sedikit aneh, di dalam bunga tidurnya Dia melihat Ki Amin Dan Pak Dadang berteriak memanggil namanya, terlihat mereka hanya terdiam dan hanya berbicara saling bersahutan dan memanggil nama Krisna secara terus menerus.   Sontak Krisna terbangun dari tidurnya, tubuhnya yang masih lemas. Berusaha untuk bangun dan berusaha tidak memikirkan bunga tidurnya, heran. karena setiap kali bermimpi, Krisna hanya memimpikan Ki Amin Dan Pak Dadang yang sedang kesulitan dan selalu memanggil namanya.   “ Kenapa lagi, mimpiku selalu seperti ini.” Ujar Krisna.   “ Atau mungkin karena Aku sedang sakit?, tapi setelah tidur badanku agak sedikit nyaman.” Ujar Krisna sambil meregangkan badannya.   “ Tapi kenapa Bapak dan Kakek terus yang Aku mimpi, dan selalu saja mereka seperti dalam ke susahan, Aku harap itu bukan Apa – apa.” Ujar Krisna.   Sekali lagi Krisna berusaha mengacuhkan mimpinya , kondisi Krisna pun membaik setelah bisa tertidur untuk beberapa jam, hingga akhir nya Krisna keluar kamar dan melihat ada pak Yaya sedang duduk di teras rumah, segera saja Krisna menghampiri untuk menanyakan beberapa hal.   “ Pak, gak ke toko Pak?” Tanya  Krisna.   “ Engga Mas, lagi pula ini sudah sore, dan kenapa Mas juga sudah ada di rumah?” Tanya Pak Yaya.   “ Kalau saya tadi ijin pulang lebih awal, saya tidak bisa tidur semalaman, badan saya meriang Pak, jadi jam segini sudah ada di rumah.” Ujar Krisna.   “ Kenapa tidak bisa tidur segala?” Tanya Pak Yaya.   Krisna tersenyum. “ Saya takut Pak.” Ujar Krisna.   “ Takut kenapa Mas” tanya Pak Yaya.   “ Saya takut yang Bapak ceritakan tentang sosok penunggu rumah ini.” Ujar Krisna.   “ Waduh Mas, kenapa harus takut, di sini itu penunggunya hanya kita, saya Hanya bercanda Mas.” Ujar Pak Yaya berbohong kepada Krisna, agar Krisna tidak ketakutan Lagi.   “ Yang betul Pak, saya percaya Loh.” Ujar Krisna.   “ Saya hanya bercanda Mas, Saya kira Mas Krisna tidak kepikiran sampai ke arah sana.” Ujar Pak Yaya.   “ Maaf Pak, Saya penakut tapi penasaran orang nya.” Ujar Krisna.   “ Di sini gak ada apa – apa Mas, yang ada hanya saya, Mas Kris, sama Mas Yuda, sudah Itu saja penunggunya.” Ujar Pak Yaya, menenangkan Krisna.   “ Lalu satu lagi Pak, Kenapa waktu malam Pak Yaya tertawa sendiri, padahal Saya sama Bram sudah Gak ada?” Tanya Krisna.   “ Oh semalam, Semalam Itu saya melihat Kucing terjatuh, jatuhnya itu tepat ke arah saya, karena saya sangat suka dengan kucing, saya tertawa melihat nya Mas.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh Kirain saya Bapak tertawa sama Makhluk lain.” Ujar Krisna.   “ Makhluk Apa Mas!, Sudah jangan di pikirkan.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh Ia Pak, soal benda antik yang ada di toko yang waktu itu saya tunjuk. Kan Kemarin sempat Bapak Bilang kalau benda itu membawa petaka buat keluarga yang dulu, nah Bapak sendiri kan mau menerima benda itu karena Antik dan jarang, Tapi yang masih jadi pertanyaan saya, apa ada orang yang membuat benda seperti?” tanya Krisna.   “ Kenapa Mas, Mas Kris mau Beli?”         tanya Pak Yaya.   Krisna tersenyum. “ Engga Pak, saya untuk apa benda seperti itu , saya hanya penasaran kenapa benda seperti itu bisa sampai di buat dan kenapa orang – orang sampai percaya." Ujar Krisna.   “ Jadi logikanya seperti ini, jika kita seorang pedagang , maka kita akan melebih – lebihkan dan mengunggulkan benda atau barang yang kita jual, begitu juga asal usul benda itu. Benda itu benda mati tidak bisa Apa -apa, karena watak orang – orang kita mudah di rayu dan di pengaruhi, jadi lah benda seperti itu di anggap mempunyai tuah, padahal hanya bualan belaka saja Mas.” Ujar Pak Yaya.   “ Tapi menurut Bapak benda seperti itu bisa di isi dengan hal – hal mistis?” Tanya Krisna.   “ Kalau itu Bapak juga kurang paham, tapi kata cerita masyarakat yang beredar, bisa – bisa saja. hanya jatuhnya itu sudah melenceng dari ajaran kita.” Ujar Pak Yaya.   “ kenapa Mas Kris itu begitu tertarik dengan benda di sana?” Tanya Pak Yaya.   Krisna langsung mengalihkan pembicaraan.   “ Engga Pak, Oh ia Pak, kalau di toko Bapak kan tidak ada yang jaga, lalu kalau ada yang beli gimana apak?” Tanya Krisna.   “ Di sana sudah ada nomor telepon Bapak, Jadi mereka kalau ada perlu tinggal telepon saja.” Ujar Pak Yaya.   “ Satu lagi Pak, dulu saat Jaya – jayanya toko antik milik keluarga Pak Yaya, barang yang paling laku ittu apa Pak?” Tanya Krisna.   “ Dulu itu yang paling laku , adalah semua yang berbau dengan peninggalan jaman perang, entah itu jaman penjajahan belanda atau pun jaman penjajahan jepang, para kolektor sampai berani mengeluarkan uang banyak untuk benda seperti itu.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh, kalau misalkan saya di kampung ada benda antik bisa saya titip ke Pak Yaya mungkin ya.” Ujar Krisna.   “ Boleh saja Mas, hanya saja jangan mengharapkan laku saat ini, semuanya sedang masa sulit.” Ujar Pak Yaya.   Krisna berhasil mengalihkan pembicaraan mereka, rasa penasaran Krisna sangat besar tentang asal mula benda itu, rasa penasaran Krisna sedikit terjawab, Krisna bukan tanpa alasan mendalami dan mencari sumber benda itu, tapi Krisna ingin membuktikan bahwa Pak Dadang itu salah besar telah mempercayai Pak Sugeng, dan ingin membuktikan kalau Pak Sugeng itu adalah penipu ulung dan orang pintar palsu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD