LANJUTAN 35

1418 Words
Pak Yaya menjadi salah satu opsi jalan keluar untuk Krisna, Pak Yaya yang memiliki tamu langganan dalam membeli barang antik , bisa menjadi sumber informasi untuk Ijam dan Krisna, hanya saja orang itu tertutup, misterius dan hanya mau berbicara degan Pak Yaya, sehingga Pak Yaya pun mau tidak mau di jadikan mediator untuk menanyakan beberapa hal tentang persoalan yang mereka alami.   Waktu menunjukkan jam 6 pagi, cuaca di luar pun mendung, di sertai angin yang cukup kencang, hujan memang tidak besar, tapi angin yang membuatnya berhamburan ke segala arah, sehingga membuat suasana menjadi sunyi dan dingin.   “ Pak.” Sahut Krisna dari dalam.   “ Ia Mas.” Jawab Pak Yaya dan menghampiri Krisna.   “ Pak, bisa bicara dulu sebentar.” Ujar Krisna.   “ Boleh Mas, mau bicara apa?” Tanya Pak Yaya.   “ Oh Ia Pak Yaya, gak ke toko hari ini?” Tanya Krisna.   “ Malas Mas, cuacanya nyuruh buat tidur lagi.” Ujar Pak Yaya.   “ kenapa Mas?” Tanya Pak Yaya.   “ Ini Pak, apa Saya bisa mengobrol  dengan tamu Pak Yaya yang sering beli barang antik ?” Tanya Krisna.   “ oh , memangnya mau bertanya perihal apa Mas?” Tanya Pak Yaya.   “ Ini Pak, Bapak kan tahu soal benda yang dulu ada di toko Bapak, saya juga sempat cerita.” Ujar Krisna.   “ ia Mas, lalu bagaimana?” Tanya Pak Yaya.   “ Ia pak, kalau bisa saya mau bertemu secara langsung.” Ujar Krisna.   “ Sepertinya agak sulit Mas, Dia itu orangnya sangat sibuk dan sedikit tidak ramah dengan orang lain, makannya jika ada orang di toko, Dia tidak pernah mau masuk ke dalam,, Apalagi jika ingin mengobrol dengannya Bapak Rasa agak sulit.” Ujar Pak Yaya.   “ Tapi jika Mau, Bapak bisa mewakilkan Mas Krisna untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada Dia.” Ujar Pak Yaya.   “ Apa tidak membuat Bapak repot?” Tanya Krisna.   “ Jangan sungkan Mas, kebetulan nanti siang dia sepertinya mau datang ke toko.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, syukur kalau begitu.” Ujar Krisna.     “ Apa yang harus Bapak tanyakan?” Tanya Pak Yaya.   “ intinya soal benda yang kemarin Pak, bagai mana cara mengusir makhluk halus dan bagaimana cara agar terbebas dari belenggu makhluk seperti itu.   “ Ia Mas, nanti Bapak coba tanyakan, mudah – mudahan ada rahasia yang terungkap.” Ujar Pak Yaya.   “ Mudah – mudahan Pak, Saya berharap ada jawaban.” Ujar Krisna..   “ Ia Mas, Bapak juga paham dengan kondisi Mas Kris saat ini, apalagi saat Mas Kris sakit kemarin, Bapak juga ikut memikirkan kondisi Mas Kris.” Ujar Pak Yaya.   “ Oh Ia Pak, kalau bisa Bapak jangan terlalu lama di toko, apalagi lewat sore menjelang malam, Saya sedikit khawatir.” Ujar Krisna.   “ Khawatir kenapa Mas?” Tanya Pak Yaya.   “ Ia Saya kemarin lihat di toko Bapak itu banyak sekali makhluk asing, jadi mending antisipasi saja, biar tidak terjadi apa – apa.” Ujar Krisna.   “ oh ia Mas, kalau gitu Bapak juga tidak akan sampai malam di sana.” Ujar Pak Yaya.   Perbincangan mereka pun terpaksa harus di akhiri, aliran Listrik saat itu padam seketika, Yuda dan Ijam yang masih berada di atas, tidak bisa turun karena terlalu gelap, saat itu cuaca sangat mendung di tambah tidak ada penerangan, menjadikan suasana rumah gelap gulita.   “ Pak, Ada lilin gak?” Tanya Krisna.     “ Gak ada Mas.” Ujar Pak Yaya.   “ Ya sudah nanti juga terang pak.” Ujar Krisna.   “ Ia Mas, oh Ia terus apa lagi yang bisa Bapak bantu.” Tanya Pak Yaya.   “ Sepertinya cukup Pak, Bapak terlalu banyak membantu, saya sampai malu Pak.” Ujar Krisna.   “ sudah tidak Apa Mas, Bapak senang membantu.” Ujar Pak Yaya.   Dalam kondisi gelap dan hujan gerimis, mereka meneruskan perbincangan, hingga sesuatu yang tidak di undang datang, Sosok itu berada percis di pinggir Pak Yaya, Krisna memberikan isyarat agar Pak Yaya pindah dari tempat duduknya saat itu.   “ Pak, bisa pindah duduknya.” Ujar Krisna.   “ Memangnya kenapa Mas?” Tanya Pak Yaya.     “ Engga Pak, di sana kan dekat pintu, anginnya cukup kencang takut Bapak nanti masuk angin.” Ujar Krisna.   Akhirnya Pak Yaya mengikuti saran dari Krisna, Krisna berusaha acuh terhadap makhluk itu, sosok itu terlihat oleh Krisna mengikuti pembicaraan mereka, sosok itu terlihat tidak mau pergi, hingga akhirnya Krisna pun mengacuhkannya, dan terus berbicara kepada pak Yaya.   “ Oh Ia Pak, satu lagi.” Ujar Krisna.   “ Kenapa Mas.” Ujar Pak Yaya.   “ Ia Pak, saya ada rencana untuk membawa seluruh keluarga saya ke kota.” Ujar Krisna.   “ kenapa harus ijin ke Bapak Mas?” Tanya Pak Yaya tersenyum.   “  Ia Kan Bapak yang punya rumah masa saya tiba – tiba bawa mereka ke sini, kan harus ijin dulu.” Ujar Krisna.   “ Boleh Mas, bawa saja ke sini, di sini kamar banyak, lebih banyak orang lebih bagus, Bapak juga jadi tidak kesepian.” Ujar Pak Yaya.   “ ia Pak, rencana sih saya pulang besok, mudah – mudahan lancar di perjalananya." Ujar Krisna.   “ Oh pulang besok, bersama Ijam?” Tanya Pak Yaya.   “ ia pak , Ijam masih tinggal di sini, dia menunggu di sini Pak.” Ujar Krisna.   “ Oh Ia kalau begitu bagus, jadi di sini tidak terlalu sepi." Ujar Pak Yaya.   Tepat saat itu waktu menunjukkan jam 9 pagi, tapi listrik masih padam dan hujan pun masih gerimis, lalu Bram datang ke rumah Pak Yaya, Bram datang untuk memberikan kabar jika Krisna Harus segera masuk kerja jika masih ingin bekerja.   “ tumben sekali Bam datang pagi, apa dia tidak bekerja?” Tanya Pak Yaya.   “ IA Pak, tumben sekali.” Ujar Krisna.   “ Kris, Kapan Kamu akan masuk kerja, atasan – atasan yang lain terus mencari Kamu Kris, kata mereka jika kamu tidak segera masuk bekerja , kamu akan di pecat.” Ujar Bram.   “ Kata Pak Yuda, Aku harus pulih dulu, Pak Yuda ada di atas.” Ujar Krisna.   “ Kenapa Kris?” Tanya yuda turun dari lantai dua.   “ Ini Pak Kata Bram, saya akan di keluarkan jika saya tidak cepat masuk bekerja.” Ujar Krisna.   “ siapa yang bilang?” Tanya Yuda kepada Bram.   “ atasan – atasan yang lain Pak. tadi di adakan rapat dadakan, dan kabarnya Krisna akan di pecat jika tidak masuk kerja dalam sehari ke depan.” Ujar Bam dengan baju yang basah kuyup.   “ Keringkan dulu badanmu Bram.” Ujar Pak Yaya.   “ Pantas saja Aku tidak dii ajak rapat hari ini, dan di suruh cuti, mungkin ada yang tidak suka kepadaku Bram.” Ujar Yuda.   “ Kenapa tidak suka ke Pak Yuda dan imbasnya ke Krisna?” Tanya Bram.   “ Ia kan Krisna, Kamu, dekat dengan saya, dan posisi saya itu posisi yang paling di sorot, sehingga banyak yang ingin ada di posisi saya, jadi kamu juga jngan dulu ada kesalahan , jaga – jaga saja, atasan divisi lain memang ada beberapa yang tidak suka pada saya.” Ujar Yuda.   Bram pun mengeringkan badannya dengan handuk yang di berikan Pak Yaya, Bram langsung saja duduk di pinggir sosok yang sedang memperhatikan mereka.   “ Bang. Jangan duduk di situ.” Ujar Krisna.   “ Kenapa Kau ini, yang kosong hanya di sini, masa aku harus duduk di bawah.’’ Ujar Bram.   “ lagi pula di sini rasanya lebih hangat, padahal dekat pintu.” Ujar Bram.   Krisna membiarkan Bram yang duduk di samping sosok itu, yuda pun melihat sosok itu, dan entah apa yang di lakukan yuda, sosok itu langsung pergi menjauh, tapi tetap memperhatikan pembicaraan mereka.   Krisna dan Yuda saling menatap, terutama Krisna yang menatap keheranan, hingga akhirnya Krisna harus memutuskan antara karier dan keluarga, dan akhirnya keputusan besar pun di ambil, Krisna memilih untuk pulang dan membawa seluruh keluarganyake kota.   Krisna memilih pilihan itu sebab ingin sesegera mungkin keluar dari belenggu makhluk itu, karena menurutnya jika karier itu bisa di gapai nanti sudah kondisi dan keadaan sudah mulai kondusif.   Yuda pun meyakinkan Krisna jika dirinya akan aman dan tidak akan di pecat, mendengar hal itu Krisna pun sedikit tenang, Ijam pun ikut bergabung dengan mereka sambil memberikan Hp Krisna yang di pinjam oleh Ijam.   “ Tumben Baru bangun Kau.” Ujar Bram.   “  Aku dari tadi di kamar Bang, nyari – nyari artikel.” Ujar Ijam.   “ Artikel apa?” Tanya Bram.   “ Artikel tentang sesuatu Bang, nanti juga abang tahu lah.” Ujar Ijam.   Ijam pun terus menerus mencari cara dan sumber, agar dia bisa dapat membuat Krisna dan keluarganya bebas dari belenggu makhluk itu, meskipun Ijam tidak dapat melihat mereka, tapi ijam dapat merasakan kehadiran mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD