11. Isi Hati Luna

1083 Words
"Luna ada apa?" Anna mendengar teriakan Luna tadi dan dia langsung masuk setelah Mo Yang pergi. "Xu Mo Yang! dia sangat menyebalkan Anna, aku ingin pulang huaaa.." rengek Luna kepada Anna. "Luna tenang lah ... hhh" ucap Anna lalu menghela nafas "Ah iya tadi kalian" ucap Anna sambil memainkan jari nya. "Ish kamu ini.. husshh jangan berfikiran negatif hm.. tadi .. tadi .. itu hanya sebuah kecelakaan" ucap Luna sambil tersipu malu. "Wuuu Luna.." ucap Anna menggoda Luna. "Anna kamu!.. ish sudah la sudah la, ah iya aku mengakui memang Mo Yang sangat tampan hehe" ucal Luna sambil cengengesan. Disaat Luna dan Anna sedang asik berbicara tiba-tiba Fumo masuk. "Tuan Putri" ucap Fumo sambil membungkuk. "Hm ya? Ada apa?" tanya Luna. "Ini sudah waktu nya untuk menghadap kepada Kaisar" jawab Fumo. "Hm baiklah aku akan bersiap" balas Luna. "Baiklah" ucap Fumo lalu dia membungkuk memberi salam dan langsung pergi. "Ahh.. ribet sekali" gerutu Luna. "Luna ayo bersiap, ah iya ingat ya di depan kaisar bersikaplah sopan" Anna memberi peringatan kepada Luna. "Oke, aman itu kamu tenang aja aku juga bisa menempatkan diri ku" ucapLuna. "Baiklah" aahut Anna. Setelah itu mereka berdua langsung menuju Istana untuk menghadap kepada Kaisar, sesampai nya disana Mo Yang telah menunggu di depan pintu Istana untuk menunggu Luna. "Nona masuk lah bersama Pangeran aku akan menunggu di sini" ucap Anna kepada Luna. "Baiklah" jawab Luna setelah itu Luna mendekati Mo Yang. "Tunggu apalagi? Ayo masuk" ajak Luna kepada Mo Yang. "Tunggu sebentar" cegat Mo Yang. "Apa?" tanya Luna. "Dengar di dalam bersikaplah wajar dan memberi hormat, kamu sekarang adalah seorang permaisuri" ucap Mo Yang. "Hm.. oke-oke tenang saja" balas Luna dengan enteng. "Oke? Apa itu?" tanya Mo Yang. "Ah oke itu artinya.. baiklah, kalian kuno sekali ah iya ini kan zaman dahulu" ucap Luna. Setelah itu mereka bergandengan dan memasuki Istana lalu, setelah sampai disana mereka langsung membungkuk untuk memberi hormat dan salam. "Kami memberi salam kepada yang mulia Kaisar" ucap Luna dan Mo Yang secara bersamaan. "Bangun lah kalian bangun lah.l" titah Kaisar kepada mereka berdua. "Terimakasih yang Mulia" jawab mereka berdua secara bersamaan sambil membungkuk. Selamat atas pernikahan kalian berdua, aku berharap pernikahan kalian akan sejahtera dan damai" ucap Kaisar. "Terimakasih yang Mulia" jawab mereka bersama lagi sambil membungkuk lagi. "Mo Yang, setelah pernikahan ini aku sudah bisa sedikit tenang. Aku sudah tua aku berharap aku bisa segera menimang cucu hahaha" perkataan Kaisar tersebut membuat kedua nya terkejut terutama Luna, dia melirik Mo Yang. "Kami pun berharap seperti itu ayah" balas Mo Yang menjawab perkataan Kaisar. Jelas saja perkataan tersebut membuat Luna terkejut Luna dan langsung menatap tajam Mo Yang. "Hahaha, Luna sekarang kamu adalah anakku juga, jika Mo Yang melakukan mu dengan tidak baik lapor lah langsung kepada ku" ucap Kaisar kepada Luna. "Baik yang Mulia terimakasih banyak" jawab Luna sambil membungkuk. "Juga Mo Yang, aku sudah memerintah negeri ini selama 35 tahun aku rasa ini sudah waktu nya kamu melanjutkan ini" jelas ucapan Kaisar mengejutkan semua orang disana. "(..Mo Yang akan menjadi kaisar secepat ini?..)" tanya Luna di dalam hati. "Maaf Ayah apakah ini tidak terlalu cepat?" tanya Mo Yang kepada Kaisar. "Ah benar benar, Ayah apakah ini tidak terlalu cepat? hmm... Ayah masih terlihat mudah dan juga sangat sehat" ucap Luna kepada Kaisar. "Hahaha, Luna kamu bisa saja.. hhh" ucap kaisar kepada Luna dan menghela nafas. "Umur ku akan menginjak 55 tahun di tahun ini, juga aku naik tahta sebagai kaisar menggantikan kakek mu dari umurku 20 tahun. Aku sama sepertimu baru saja menikah dengan mendiang Ibumu aku langsung Naik tahta" jelas Kaisar kepada Mo Yang dan didengar oleh semua orang yang berada disana. "(..Jadi Ibu Mo Yang udah nggak ada?..)" Tanya Luna dalam hati nya. "Baiklah aku mengerti" jawab Mo Yang. "Aku akan mengatur pertemuan kembali nanti untuk menyelesaikan ini. Untuk sekarang kalian beristirahat lah besok kalian kan akan kembali ke kediaman Yang" ucap Kaisar. "Mo Yang ingat kamu harus memperlakukan Istrimu dengan baik ia adalah Permaisuri dan Ratu di masa depan" ucap Kaisar lagi kepada Mo Yang. "Baik ayah, tenang saja" jawab Mo Yang. Setelah itu mereka memberi salam dan langsung kembali ke kamar mereka, kamar mereka berada di halaman belakang istana disitu emang adalah kamar Mo Yang. Jika tidak tinggal di kediaman Yang, Mo Yang tinggal di istana. Di perjalanan menuju sana Mo Yang dan Fumo berjalan duluan sedangkan Luna dan Anna berjalan di belakang mereka. "Anna hari ini aku lelah sekali" ucap Luna kepada Anna. "Sabar Lah Luna, setelah ini kamu akan istirahat" balas Anna menenangkan Luna. "Tapi aku sudah tidak kuat huaaa... baju nya berat sekali" rengek Luna, dia tiba tiba langsung berhenti berjalan dan langsung berjongkok. "Luna ayo bangun lah jangan seperti ini sebentar lagi akan sampai" ucap Anna kepada Luna. "Tapi Anna aku sudah tidak kuat lagi mengangkat berjalan memakai baju ini juga mengangkat hiasan kepala ini, sungguh sangat berat" rengek Luna pagi dan lagi. Fumo melihat kelakuan Luna. "Pangeran lihatlah kebelakang" ucap Fumo kepada Mo Yang. "Seperti nya dia kelelahan." ucap Fumo lagi. "Menyusahkan sekali" ucap Mo Yang. "Anna aku sudah tidak ku-AAAAAKK...." Luna terkejut karena Mo Yang secara tiba tiba menggendong nya. "Mo Yang apa apaan ini? cepat turunkan aku mau turun!" Luna memberontak dan meminta Mo Yang untuk menurunkan nya. "Sudah diamlah" setelah itu Mo Yang membawa Luna ke kamar nya. Mo Yang menggendong Luna sampai kamar, karena sia tahu Luna kelelahan. "Istirahatlah dan jangan banyak bertingkah" ucap Mo Yang, dia menurunkan Luna di kasur. Setelah itu Mo Yang akan pergi lagi tetapi... "Eh tunggu.. kamu mau kemana?" tanya Luna dan Mo Yang berbalik menghadap Luna lagi. "Aku akan keluar, kenapa? Kamu ingin aku disini menemani mu? Atau.. Kamu ingin cepat cepat melewatkan malam pengantin dengan ku?" tanya Mo Yang, dia semakin mendekatkan kepalanya kepada Luna dan mengeluarkan Smirknya. Luna yang dapat perlakuan seperti itu jelas dia terkejut ia memandangi wajah Mo Yang dengan detail, di saat Mo Yang memajukan mukanya kepada Luna. "Eh.. Engga engga, percaya diri sekali aku hanya bertanya" Luna tersadar dia langsung memalingkan wajahnya. Wajah Luna sekarang sangat merah, ia tersipu malu. Luna beberapa kali berkata jujur bukan bahwa Mo Yang sangatlah tampan!. Mo Yang pun berdiri tegak dan mengeluarkan Smirknya "Beristirahat lah, besok kita akan kembali ke kediaman ku" setelah berkata seperti itu ia langsung pergi meninggalkan Luna sendiri. "Ah.. Aku tidak mau Munafik tapi..." "Tapi dia Tampan sekali, dia seperti Oppa-oppa. Apakah aku harusnya senang? aku mempunyai suami seorang calon Kaisar yang sangat tampan dan juga kaya. Bukankah ini adalah impianku dari kecil?" tanya Luna kepada dirinya sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD