10. First Kiss

1006 Words
"Sssttttt" Mo Yang menaruh telunjuk di bibir nya memberikan isyarat kepada Luna bahwa jangan berisik. "Apa, apa kamu mau apa?!" tanya Luna kepada Mo Yang dengan ketus. Posisi mereka sekarang sedang berhadap hadapan dan hanya berjarak 10 CM ya sangat dekat sekali, Mo Yang berjalan ke depan dan membuat Luna mundur kebelakang karena Mo Yang terus jalan ke arah nya. "Apa, apa? Kamu jangan macam macam!" Ancam Luna kepada Mo Yang. Tetapi Mo Yang tidak menghiraukan nya dan terus berjalan ke arah nya. Untung sekali saat Ini wajah Luna tertutup oleh penutup wajah kalau tidak mungkin Mo Yang sudah melihat muka Luna yang sudah memerah di balik penutup itu. "Mo Yang kamu!!" teriak Luna, lalu... "AAAAKKKK" teriak Luna lebih keras karena sekarang kedua nya terjatuh di atas tempat tidur dengan posisi Mo Yang berada di atas Luna. "TOLONG TOLONG AKU!!!" teriak Luna kembali. "Teriakan mu itu sangat berisik sekali Tuan Putri" ucap Mo Yang kepada Luna. Lalu Mo Yang pun membuka penutup wajah Luna. sekarang mereka menatap satu sama lain sangat intens sekali. 1 detik... 2 detik... 3 detik... 4 detik... 5 detik... Setelah 5 detik bertatap tatapan Luna langsung mendorong Mo Yang, tetapi kekuatan nya tidak sebesar Mo Yang jadi dia tetap tidak bisa menyingkir kan Mo Yang dari depan nya. "Kamu! pergi lah! pergi pergi!!! Wuhhhh" Luna meniup wajah Mo Yang. "Apa maksudmu? Permaisuri ku" ucap Mo Yang Dengan menggoda Luna. "Kamu!! jangan kira kamu adalah seorang pangeran dan seorang calon kaisar aku tidak berani kepada mu! pergi kamu pergi!" kesal Luna kepada Mo Yang. "Tenang lah Permaisuri ku, ini adalah malam pertama kita apakah kamu akan melewatkannya?" tanya Mo Yang kepada Luna. Perkataan Mo Yang tersebut membuat muka Luna memerah. Luna tidak bisa berkata kata lagi, yang dia rasakan saat ini adalah malu dan ilfeel karena ini adalah pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini oleh laki-laki. "Apa apaan kamu! ini masih siang kamu sangat gila dasar PANGERAN c***l!! AAAAAKKK TOLONG AKU!!" feriak Luna kembali. "Kecilkan suaramu itu Putri itu sangat berisik!" ucap Mo Yang kepada Luna. "TOLONG!!" teriak Luna lagi. Teriakan Luna tersebut ternyata terdengar keluar jadi Anna, Fumo dan beberapa Pengawal lainnya masuk ke dalam kamar karena mereka berpikir bahwa Luna sedang dalam masalah. "A-ada apa Nona" ucap Anna yang langsung masuk dan menerobos kamar Luna. Karena posisi Luna dan Mo Yang yang sedang sangat intens seperti itu sekarang membuat terkejut, orang-orang yang baru masuk ke kamar tersebut dan mereka reflek menutup matanya dan berbalik. "No-nona apakah kamu tidak apa apa?" tanya Anna yang gugup. "AWAS KAMU!" Luna mendorong Mo Yang dan sekarang Mo Yang melepaskan Luna. "Kamu! ah sudahlah! heh kalian tidak perlu seperti itu! berbalik lah" ucap Luna. Mereka semua pun membuka matanya dan berbalik ke arah Luna dan Mo Yang, lalu Mo Yang hanya tersenyum melihat nya. "Maaf Yang mulia kami masuk karena mendengar teriakan dari tuan Putri" ucap Fumo kepada mereka berdua dan membungkuk. "Ya aku meminta bantuan kalian! Aku ingin pergi!." Kesal Luna. Setelah berkata seperti itu Luna langsung berdiri, tetapi ternyata Mo Yang menahan nya jadi Luna kehilangan kesimbangan sehingga. Chupp... Karena Luna kehilangan keseimbangan Luna pun terjatuh ke atas badan Mo Yang,dan mereka pun jatuh ke kasur. Sekarang posisi nya Luna di atas Mo Yang di bawah dan... LUNA MENCIUM MO YANG! Tentu saja itu tidak sengaja karena Mo Yang menarik Luna jadi Luna kehilangan Keseimbangan. 1 detik... 2 detik... 3 detik... 4 detik... 5 detik... 6 detik... 7 detik... Setelah 7 detik Bibir mereka saling bersatu akhirnya Luna sadar san ia sangat terkejut lalu ia langsung buru-buru duduk. Begitu juga dengan Mo Yang, dia sangat terkejut karena ini adalah pengalaman pertamanya. Jika mereka berdua juga terkejut, ada yang lebih terkejut lagi yaitu Anna, Fumo dan Pengawal lainnya mereka sangat terkejut melihat nya dan mereka pun langsung membalikkan badan mereka membelakangi Luna dan Mo Yang. "Ka-kami sangat meminta maaf mengganggu kalian, sekarang kami akan pergi tidak akan mengganggu kalian, kami akan pergi" setelah itu Anna, Fumo dan pengawal lainnya pergi meninggalkan mereka berdua. "KALIAN KEMBALI KESINI!!" teriak Luna. "DAN KAMU!! MULUT KUU!! AHHH TIDAK" Luna menutup mulut nya. "(..Itu adalah First Kiss lu bagaimana aku bisa memberikannya kepada orang yang aku tidak kenal!..)" Gerutu Luna di dalam hati. "Sudahlah itu sudah terjadi"jawab Mo Yang dengan santai padahal dalam hatinya ia juga sangat terkejut. "Kamu!!" teriak Luna lagi. "Apa? Kamu menginginkannya lagi?" tanya Mo Yang dengan santai. "KAMU c***l!! AAAKKK TIDAK!! PERGI SANA PERGI!! AKU AKAN MEMPERHITUNGKAN INI XU MO YANG!!!! KAMU LIHAT SAJA NANTI!" teriak Luna di depan muka Mo Yang. "Tenang lah" jawab Mo Yang. "Kamu! aku sangat mem-mmhhhhh" kata-kata Luna terputus karena Mo Yang menciumnya lagi!. Ya, Mo Yang mencium Luna dan sedikit memaksa kali ini. Luna Meronta-ronta memukul d**a Mo Yang dia meminta untuk lepaskan. "Mmmmh-mommhh-MO YANG!." Akhirnya Luna bisa membebaskan dirinya. "KAMU KURANG NGAJAR SEKALI! MOYANG KAMU!" Luna mengangkat tangan nya dia mencoba untuk menampar Mo Yang, tetapi Mo Yang dengan cekatan menahan tangan Luna. Lalu Mo Yang pun kembali menindih Luna di atas kasur dengan posisi tangan Luna di atas dan ditahan oleh tangan Mo Yang. "A-apa yang kamu lakukan?" tanya Luna gugup juga ia merasa terkejut dan takut. "Menurutmu?" tanya Mo Yang. Setelah itu Mo Yang semakin mendekat, mendekat, mendekat, sampai jarak wajah mereka hanya 5 CM. "(..Omg ganteng banget dia!..)" ucap Luna di dalam Hati. "Kenapa? kau terpesona?" tanya Mo Yang enteng dan ia mengeluarkan smirk nya. "Kamu!" teriak Luna kepada Mo Yang. Setelah itu Mo Yang melepaskan Luna dan dia langsung berdiri. "Hari ini kamu lolos tuan Putri" ucap Mo Yang Setelah itu dia pergi keluar kamar meninggalkan Luna. Luna langsung duduk dan dia sangat kesal sekali. "XU MO YANG! TUNGGU PEMBALASAN KU! AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU! DASAR PANGERAN c***l! AKU MEMBENCIMU!" teriak Luna marah setelah ditinggalkan oleh Mo Yang. Mo Yang, yang berada di luar mendengarkan teriakan Luna dari dalam kamar hanya tersenyum dan mengeluarkan smirk nya setelah itu dia menjauh dari kamar tersebut. "Aku marah, aku marah! Xu Mo Yang jangan kira kamu adalah Pangeran aku akan tunduk kepadamu!" gerutu Luna dia sangat kesal sekali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD