23. Tamu

1165 Words

“Ndra! Apa-apaan kamu menuduh Ivone dan ibunya kayak gitu!” sela ibunya Indra. “Mereka tamu, niat baik-baik menjengukmu. Tapi kamu malah melantur gini.” Ivone menatap Indra, antara iba, kasihan, juga puas. Pria yang beberapa waktu lalu dengan pongah mengatakan ingin melecehkannya, kini berbaring tidak berdaya dengan tangan buntung. Ibu Indra mempersilakan Kusnul dan Ivone masuk. “Mas Indra, atas dasar apa ya, kamu nuduh kayak gitu ke aku?” pancing Ivone. “Iya, kamu ini aneh, Ndra. Jangan diambil hati perkataan Indra, Iv. Dia memang suka ngasal begitu,” sahut ibunya Indra. “Kami ke sini untuk jenguk kamu, Ndra. Maaf baru bisa datang sekarang,” tutur Kusnul. “Ini tadi saya bawakan kue dari toko. Semoga suka, semoga lekas pulih. Kamu yang sabar, ya?” Indra melengos. “Ndra, ayo minta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD