Galau 25

1771 Words

  Aku bisa menahan emosiku berkat kehadiran om Hamka. Seandainya saja nggak ada dia, aku nggak tahu seperti apa meledaknya aku. Aku nggak tahu lagi bagaimana akan melalui hari-hari diliputi rasa galau. Selama tiga hari ini juga om Hamka tinggal di kamar kosku. Ibu kos sama sekali nggak merasa keberatan setelah aku memberinya uang sebanyak separuh dari biaya kosku untuk biaya om Hamka tinggal di kos ini. Om Hamka benar-benar ingin menjagaku dari rasa sedih dan kesepian. Dia bahkan mau melakukan hal sesederhana mengantar dan menjemputku kerja. Meski jalan kaki aku sudah merasa bahagia dan merasa dipedulikan. Dia juga bisa menjadi pendengar terbaik ketika aku mencurahkan segala keluh kesahku. Entah itu soal pekerjaan, teman kantor, orang tua sampai masalah Daffi. Aku merasa sedikit hidup m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD