Galau 25.1

1515 Words

  Suara dehaman yang penuh tekanan itu menyadarkan aku yang hampir saja terbang melayang sebab rayuan pulau kelapa dari Daffi. Saat menoleh ke arah asal suara dehaman tersebut, Om Hamka sudah berdiri, bersendekap sambil menyandar pada kusen pintu. Seperti maling yang sedang tertangkap basah aku gelagapan dan berdiri dari dudukku setelah mendorong pelan tubuh Daffi supaya menjauh dari hadapanku. Daffi mengernyit menghadapi sikapku yang berubah total 180 derajat. Dia mengangkat kedua alisnya tanda tidak mengerti dengan sikapku. Dengan canggung aku melangkah ke samping om Hamka lalu menepuk pelan pangkal lengannya. "Oya ..., ini Daffi, om. Daf ..., kenalin ini-" "Hamka, saya calon suami dari perempuan yang sedang coba kamu rayu," kata om Hamka menyela ucapanku. Eh, apa katanya tadi? Sens

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD