Galau 24

1938 Words

  Setelah penolakan secara halus Raden Sudarmono soal izin menikah, aku mencoba peruntungan sekali lagi. Mungkin stok kesabaran Raden Sudarmono mulai menipis malam itu, saat menghadapi kengototanku yang hakiki ingin menikah secepatnya, pertanyaan menyeramkan itu akhirnya meluncur juga seperti bumerang yang kembali lagi untuk menghantamku atas balasan menguji kesabaran seorang raden Sudarmono. "Kamu ngotot pengen kawin kayak lagi hamil anak laki-laki itu aja, mbak. Atau jangan-jangan memang iya? Kamu nggak diapa-apain kan mbak sama pacarmu itu? Ngomong bapak kalau kamu diapa-apain sama dia. Suruh dia ngadep bapak secepatnya kalau memang dia laki-laki sejati. Jangan cuma kamu saja yang diumpankan. Dia juga harus ada usahanya kalau pengen merebut kamu dari bapak." Bapak mengucapkan serente

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD