Sore harinya setelah pekerjaan mereka selesai, Winda mendekati Kinar. “Jadi cerita?” “Boleh deh, aku udah jenuh banget, Win! Sambil makan ya! Trus nanti anterin aku ke hotel yang waktu itu,” jelas Kinar. “Lho? Hotel? Emangnya kamu udah ngga tinggal di rumah Arya lagi?” Winda penasaran. “Udah ngga lagi, Win.” “Duh… kok jadi rumit gini! Gimana sih ceritanya?” tanya Winda. “Kita cari tempat dulu aja ya, Win! Ngga nyaman aku kalau cerita di sini!” “Oke naik motorku ya!” “Ya udah!” jawab Kinar. Mereka berjalan menuju parkiran motor yang sudah sepi. Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan langkah mereka. “KINAR!” teriak Arya. Arya berlari-lari mengejar Kinar dan Winda. Kinar diam saja tidak menoleh, Winda yang menoleh ke arah Arya. “Aku yang antar Kinar ke hotel, Win!” jelas Arya.

