18. Hanya suaramu

1982 Words

Arjun menggenggam cup coklat panasnya dengan kedua tangan sambil melirik ke arah orang di depannya. Lusia—orang yang sejak awal berteman dengannya saat masuk psikologi juga tidak melepaskan pandangannya dari sosok laki-laki dengan seragam khas abu-abu yang selalu Arjun gunakan meskipun keluar dari SPN untuk IBL atau keperluan lainnya. Arjun memang tengah menjalani masa pendidikannya yang cukup melelahkan. Meski Arjun sudah jelas paham resiko dari menjadi seorang calon abdi negara. Arjun memang yang menyuruh Lusia untuk datang menemuinya tadi. Meskipun mendadak dan juga hujan, Lusia tetap datang ke tempat yang Arjun arahkan. Dia tidak pernah melihat Arjun lagi setelah laki-laki itu sibuk dengan pendidikannya di sekolah polisi dan memilih cuti dari kuliahnya. Lusia tidak mengerti mengapa Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD