Bab 25

1441 Words

Raka keluar dari kamar di apartemennya. Tadi malam Arya membawanya kemari, ia masih ingat itu walau samar. Berjalan pelan menuju dapur yang selalu bersih, Raka membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum. Memutar tutup ulirnya lalu menegak air itu langsung. Ia toleh sofa di belakangnya dimana Arya masih tertidur pulas. Raka tersenyum miris, ternyata masih ada yang peduli padanya meski ia sendiri sudah tak peduli dengan hidupnya. Dia kacau setelah Tiara pergi menjauh. Faktanya minuman keras tidak bisa sedikitpun membantunya melupakan gadis itu. Raka menunduk dalam. Pegangannya pada pinggir meja makan semakin kencang. Rasanya dia butuh pelampiasan. Rasanya dia ingin memukul sesuatu agar emosinya bisa tersalurkan. Rasanya... Dia ingin menangis... lagi. Arya terbangun ketika telingan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD