Bab 15

1232 Words

Tiara menyibak tirai hijau muda yang menutupi jendela. Seketika sinar mentari pagi yang hangat menerobos masuk ke dalam ruang rawat kelas atas itu. "Sus." Gadis itu menoleh ke arah pasien yang dirawatnya sepekan terakhir ini. "Iya." "Boleh minta tolong." ucap si pasien dengan raut muka yang cukup tenang, sulit tertebak. "Iya." jawab Tiara dengan kata yang sama seperti sebelumnya. "Bisa tolong beliin saya sarapan?" ucapnya mengarah ke sebuah pertanyaan, apakah perawat itu bersedia atau tidak. "Saya nggak suka makanan itu." lanjutnya lagi ketika Tiara melirik nampan makanan jatahnya yang masih utuh. "Bubur ayam?" Pasien itu tersenyum cerah, secerah matahari yang menyinari wajah pucatnya. Matanya yang sipit hampir tinggal segaris. "Iya, kok Suster tahu menu sarapan favorit saya?" Tiar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD