"Ka, kamu bisa dengar Mama, Nak?" Raka kembali mengangguk kecil. Di balik alat bantu pernapasannya, ia mencoba tersenyum pada wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu. "Terima kasih. Mama seneng kamu udah sadar." ucap Ibu Dina yang lagi-lagi sambil mengusap airmata. Bukan airmata kesedihan seperti sebelumnya, kali ini adalah airmata bahagia. Beliau bersyukur karena anaknya sudah sadar. "Syukurlah kamu udah sadar, Ka." ucap Anggi tersenyum seraya mengusap-usap bahu Ibu Dina. Hati terdalamnya juga bersyukur, hubungannya dengan ibu Dina juga semakin membaik. Tiara yang berdiri di belakang Anggi dan masih bisa melihat Raka hanya bisa tertunduk. Gadis itu sekuat tenaga menahan tangis yang masih ingin menyeruak. Sesaat sebelum ibu Dina dan dokter Anggi tadi datang, gadis itu sudah berhas

