Merindukan Masa Sekolah

1073 Words

Keadaan Vano belum juga membaik. Pak Tio meminta agar remaja itu kembali beristirahat. Sementara itu, pria paruh baya ini mengajak putrinya keluar kamar agar tidak mengganggu waktu istirahat Vano. Demam Vano belum juga turun. Meski Pak Tio sudah menyelimutinya dengan sehelai kain jarik, Vano tetap merasakan dingin meski suhu tubuhnya panas. Vano memiringkan tubuhnya. Meringkuk hingga terdengar derit suara ranjang reot yang sewaktu-waktu bisa ambruk. Lantas, Vano terlelap dengan posisi yang menurutnya nyaman itu. Jauh di bawah alam sadarnya, Vano baru saja memarkirkan sepeda motornya. Ia menoleh ke kanan dan kiri. Setelah yakin tak ada yang melihatnya, ia membuang sebatang rokok yang ia hisap selama dalam perjalanan tadi. Vano dengan santainya masuk ke dalam kelas. Padahal, bel sudah be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD