Kecemburuan Winda

1681 Words

"Aku tidak apa-apa, terima kasih," balas Vano. Vano hendak pergi dari sana. Namun, gadis itu mencegahnya dan ingin berkenalan dengannya. "Tunggu!" Gadis itu menghentikan langkah Vano. Ia mengulurkan tangannya dan mengatakan jika namanya adalah Bunga. "Kenapa kau diam saja? Apa kau tak mau berkenalan denganku?" tanya gadis dengan rambut sebatas bahu itu. Vano melihat telapak tangannya yang kotor. Ia ragu untuk menjabat tangan Bunga yang bersih. "Tanganku kotor, jika kau menjabat tanganku, tanganmu akan ikut kotor," jawab Vano yang masih memandang telapak tangannya. Bunga tetap menjabat tangan Vano dan ia tak peduli dengan apa yang dikatakan pemuda yang baru dikenalnya itu. "Siapa namamu?" "Vano. Namaku Vano. Kau tidak malu berbicara denganku?" "Kenapa harus malu? Apa yang harus mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD