Chapter 8

2108 Words

Tenggorokannya yang haus membuat laki-laki empat puluh tahun itu bangkit dari tempat tidur. Pelan diputarnya kunci pintu kamar lalu berjalan ke ruang tengah menuju kulkas. Dipindainya seluruh ruangan, tidak terlihat Rusmini di mana-mana. Kalau putri Rusmini memang sedang berada di rumah neneknya di kampung. Setelah menghabiskan segelas besar air putih dingin. Hendra menuju ke teras rumah, ingin menikmati sebatang rokok untuk menenangkan hatinya yang sedang galau. Di teras rumah malah dia melihat Rusmini duduk bengong. Matanya menatap kosong ke jalan raya yang ada di depan rumah. Hendra tidak heran dengan tingkah istrinya itu. Sejak putra Rusmini, Ryan yang meninggal gantung diri enam bulan yang lalu, sikap dan tingkah laku Rusmini jadi berubah. Apalagi setelah membaca surat yang di tingg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD