KILLING

2477 Words

Jauh dari gerbang istana Alvaro terdiam diatas kuda tunggangannya untuk membaca situasi. Ia merasakan sebuah energi besar yang terpusat didalam sana. Pria itu menutup matanya rapat-rapat. Batinnya bergemuruh bila dirinya harus membawa rombongan yang hendak memberikannya bantuan untuk lari dan bersembunyi. Namun bila itu yang dia ambil sebagai keputusan akhir, tentu saja semua ini tidak akan menjadi sebuah akhir yang diinginkan semua orang. Alvaro berpikir setidaknya dengan dia berada disini dia bisa mengulur waktu untuk adik kesayangannya. Dia harus memastikan bahwa adiknya tetap hidup. Lebih bagus bila dia bisa bertahan pula. Alvaro mendongak menatap puncak Menara istana Abaskus yang berdiri kokoh dikejauhan. Pemuda itu tidak berkedip sama sekali tatkala angin mmebawa serta bau anyir ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD