Ramainya sekolah tak membuat cewek berambut coklat ini merasa senang. Anael hanya menatap kosong lapangan basket. Ia masih memikirkan ucapan Biru tadi pagi. "Hei." Vero membuyarkan lamunan Anael. "Kenapa bengong?" tanyanya penasaran. Anael tersenyum tipis. Ia menggeleng pelan lalu menoleh ke arah Vero. "Maaf, karena ide gue. Biru harus jadian sama Clara." Vero menyesali. "Enggak apa-apa. Lagi pula, gue sama dia cuma pura-pura pacaran." Sontak pernyataan Anael membuat Vero menoleh ke arahnya secepat kilat. Menatap Anael tak percaya. Seolah ada kebahagiaan terpancar di matanya. "Heh." Vero tak percaya. Anael mengangguk pasti. "Kita cuma pura-pura," ujarnya pasti. "Benar, nggak mungkin buat Biru tiba-tiba menyatakan perasaan cinta sama lo, terlebih lo cuma seorang anak baru." Anael me

