Dari kantor bawah tanah, Ayah Raa mendapat laporan mengenai semua perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh anaknya, Raa.
Ia tidak pernah senang kalau anaknya itu terlihat di dalam tugas-tugas rahasia seperti ini. Terlalu berbahaya, terlalu berisiko, dan tentunya terlalu melelahkan. Ia tidak tega melihat Raa tertidur selama berhari-hari karena pengejaran sepanjang malam, atau karena kakinya sakit setelah berjalan cukup jauh. Ia terus memikirkan Raa kalau anaknya itu pergi jauh demi mendapatkan informasi. Ia seharusnya bisa mengerjakan semuanya sendiri, walau mungkin sedikit memakan waktu, tapi akan jadi lebih baik buat Raa.
Namun bagaimanapun, Raa adalah jiplakan dirinya. Ayah Raa percaya dalam hati gadis semata wayangnya itu mengalir rasa penasaran yang sama, rasa tertantang yang sama, dan kekuatan tekad yang sama dengan dirinya. Menjadi mata-mata dan menyelidiki misteri adalah salah satu cara menyalurkannya, dan bagi Raa, tidak ada yang lebih menyenangkan. Sejak kecil ia terlibat dalam misi-misi kecil yang tak berbahaya, namun sekarang ia sudah menjadi lebih profesional dan bergiat sekali dalam menjalankan tugasnya.
Ayah Raa mengutus Suarez untuk mendampingi Raa, walau ia tidak bisa terus-menerus hadir di lapangan, dan Kefas serta Pedro untuk menjadi kaki-tangannya. Dua laki-laki yang terakhir tidak punya hubungan yang terlalu dekat dengannya. Hanya lewat Suarez-lah ayah Raa dapat mengendalikan suasana.
Ia tahu saat Raa hendak pergi ke Yogya. Ia memberikan informasi yang Raa butuhkan dan membaca setiap berita perjalanan di hari itu, namun ia juga meminta Suarez tidak membocorkan mengenai aktivitas mata-mata lain yang sedang ia kerjakan di sekitar situ. Raa tidak perlu menjadi terlalu ceroboh dan mencari tahu hal itu pula. Ia membiarkan Raa melihat rumah Wira Nagara, menyadari betapa kecil dan sederhana profil orang yang ia kejar. Ia membiarkan Raa terlibat dalam penerimaan mahasiswa baru UNY dan memperkenalkan dirinya pada ketua panitia sebagai seorang jurnalis media kecil di Jakarta. Semua orang percaya.
Tidak ada masalah.
Namun, semakin Raa bertekad, ayah Raa semakin takut. Apakah keputusan yang ia ambil benar? Tidakkah ia mengacaukan segalanya? Ia takut Raa terlibat terlalu jauh dan nanti malah terjerumus dalam masalah. Kefas dan Pedro ada di sana, memang, untuk menjauhkannya dari hal-hal seperti itu, namun ia tidak bisa memastikannya sendiri. Ia terkurung di sini, di ruang bawah tanah rumahnya, dan melihat semua gerakan Raa lewat layar-layar komputer.
Ayah Raa mulai melakukan dua pekerjaan sekaligus: memata-matai target, dan memata-matai Raa.
Raa sendiri tidak pernah tahu mengapa ayahnya selalu memintanya berhenti. Raa akan marah besar kalau tahu ayahnya memata-matai. Ia akan merasa tidak dipercaya, merasa dikecewakan, merasa diremehkan. Maka, semua itu menjadi rahasia kecil Ayah Raa dengan Suarez.
Kemarin, ketika Raa sedang ber-'petualang' bersama teman-temannya di Yogyakarta, Ayah Raa mendapat informasi dari seorang mata-matanya bahwa Wira Nagara kembali memunculkan diri. Entah dimana ia berada, namun ia menggelorakan perlawanan dengan membuat sebuah teater yang membakar semangat masyarakat. Teater itu telah bergerak dari kampung ke kampung di Jawa dan mengadakan berbagai macam pertunjukan.
Tidak jelas apakah Wira Nagara berperan sebagai presiden atau apa, tapi hal itu menjadi perintah bagi Ayah Raa. Ia harus menangkap Wira Nagara.
Raa sendiri, dengan segala kepolosannya, sebetulnya tidak pernah betul-betul mengerti mengapa Wira Nagara harus ditangkap. Ia tidak tahu siapa yang sebetulnya ia kejar. Memang Wira Nagara bukan kriminalis atau pembunuh, namun ia adalah seniman pemerintah paling onar dan urakan. Teman-temannya banyak dan tak bisa ditebak. Ia membentuk hubungan seperti seorang penyihir mengulur tali-tali tak kasat mata. Suarez butuh banyak upaya melelahkan selama berbulan-bulan untuk mengumpulkan data sahabat-sahabat dekat Wira Nagara.
Setelah semua pengejaran yang Ayah Raa lakukan, ternyata Wira Nagara masih berani bertingkah. Kritik-kritik pedasnya itu membuat tersinggung orang-orang penting dan mereka berpendapat ia harus dimusnahkan. Kadang-kadang, Wira Nagara sendiri bahkan menyebutkan nama orang yang ia cemooh dan menantang mereka. Ayah Raa kasihan pada nasibnya, namun bagaimana lagi.
Pria itu yang mencari-cari masalah.
Maka hari ini, ketika Raa sedang di rumah dan tidak berminat melakukan penyelidikan apa pun, ayah Raa memanfaatkan waktunya. Ia membuka setiap arsip, menjelajah seluruh internet, dan berdua dengan Suarez, mereka mencari kemungkinan-kemungkinan dimana Wira Nagara bisa tinggal.
Dari kantor bawah tanah inilah ayah Raa bekerja. Besok-besok, harus ada seseorang yang menggantikannya, dan ia berharap seseorang itu bukan putrinya.