19

1037 Words

(Awas kau macam macam dengannya!) begitu mobil bergerak, 5 menit berikutnya ponselku berdenting, pesan dari suamiku terpapar di layar ponselku m Aku hanya tersenyum perlahan sambil menggelengkan kepala, Tuan Fadli yang ada di sisiku juga memperhatikan diri ini. "Apa suami Mbak Alya mengatakan sesuatu?" "Dia hanya memintaku untuk tidak telat makan siang." "Oh, tentu saja. Kelihatannya suami Anda adalah lelaki yang baik," ucapnya sambil memandangku. "Sekilas semua orang terlihat baik Pak," balasku sambil menggeleng. "Diakah alasan tangisan Anda tempo hari?" Aku seketika menatapnya, dia pun menatapku, mungkin dia menangkap bola mataku yang penuh kesedihan sehingga dia tidak melanjutkan perkataannya. Sopir memperhatikan kami, begitu juga dua bodyguard yang ada di bangku belakang, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD