Telah perdebatan itu mas Husen tidak tidur denganku di kamar, dia memilih menghabiskan waktu bermain game di ruang tamu lalu tertidur di sana sampai pagi. Biasanya aku akan terbangun tengah malam mematikan lampu dan TV lalu mendekatinya perlahan, duduk di sisinya sambil membelai wajahnya dengan penuh cinta, lalu kudaratkan ciuman agar dia tersadar, dan ku bisikan kata-kata lembut penuh cinta agar dia mau pindah tidur denganku ke kamar. Tapi sekarang entah kenapa aku menyesali semua itu, kenapa aku begitu mencintainya, Mengapa aku begitu berbakti dan setia. Mengapa tidak kubalas perbuatannya dengan berselingkuh atau mencari kesenangan lain diluar sana, toh masih banyak yang mau denganku. Mungkin terlalu lama diam di dalam rumah membuatku lupa akan potensi diri dan nilaiku. Tapi jika di

