31

1033 Words

"baiklah jangan kamu ulangi lagi perbuatanmu! Mas tahu aku sedang sakit jadi aku mohon untuk tidak terlalu menekanku." "Aku tidak ingin kekecewaanmu menjadi tolak ukur yang akan membuat kita kehilangan cinta dan menghancurkan rumah tangga kita!" "Aku tetap kecewa dengan kebohonganmu tapi aku ingin fokus pada kesembuhanku!" "Aku datang dari rumah Rania dan baru selesai bicara sesuatu padanya!" "Tidak usah ceritakan padaku apa yang kau bicarakan pada istri kedua! Aku tidak mau tahu apapun!" "Ali-alih mengutus wanita yang bukan mahram di dalam rumah kita bagaimana kalau aku suruh Rania yang datang ke sini dan mengurusmu?" Tentu saja aku yang tengah menatap ke jendela tiba-tiba menoleh ke arahnya dan memandangnya dengan tajam. Aku terkejut dengan ide suamiku dan aku tentu saja tidak bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD