43

1015 Words

Melihatku bersama Tuan Fadli, spontan kecemburuan suamiku terlihat dengan jelas di matanya, seakan ada api yang berkobar dengan cepat. Seakan ada arang yang disiram dengan bensin lalu menyembur menjadi lidah api yang sangat besar. "Kau mau kemana?" Jarak antara mobilku dan mobilnya tidak sampai 1 meter jauhnya. Melihatku bersama bosku suamiku langsung turun dari mobilnya dan mendekat dengan cepat. Melihatnya menghampiriku, aku panik mencari tuas untuk menaikkan kaca mobil namun aku gagal. "Kau mau kemana Alya!" Dia menurunkan badannya, membuat wajahnya tepat di depan wajahkum "Mau bekerja!" jawabku sekenanya. Mataku yang sembab, suaraku yang serak serta dia yang sudah terlanjur melihat koper jok belakang, langsung meradang. "Kau mau kabur ya, kau mau meninggalkan suamimu ya?!" Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD