44

1035 Words

Udara pagi berkabut dengan rintik hujan yang tak kunjung selesai, air mata ini tak berhenti tumpah meski mata menerawang memandangi jendela. Gedung dan pohon berlari seakan mengejar di belakangku sementara aku seperti kura-kura yang merangkak di posisi yang sama. "Aku mohon jangan menangis, banyak konflik yang terjadi di antara suami dan istri, kuharap kau tegar menghadapi ini!" "Aku sedih atas sikap suamiku dan bagaimana caranya mempermalukan kita. Juga khawatir tentang mobil Anda yang rusak, Mas." "Jangan khawatirkan mobil, aku bisa memperbaikinya. Aku lebih mengkhawatirkan tentang perasaan dan jiwamu. Seorang wanita sejatinya harus diperlakukan dengan baik dan lembut. Tapi kau mendapatkan perlakuan kasar tepat di depan mata semua orang." "Dia benar-benar emosi Mas," desahku dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD