Wataru melangkahkan kaki memasuki kamar ruang rawat Misaki. Penampilannya terlihat sederhana dengan kaos hitam polos berlengan pendek dan celana jeans sobek, yang tak biasa dari hal itu adalah ia membawa sebuah buket besar mawar ungu yang dibungkus kertas abu-abu polos dengan sebuah pita kain metalik menjadi pengikatnya. Buket bunga ini sangat mewah dan elegan. Udara di dalam ruangan itu terasa agak dingin, tidak seperti biasanya. Aneh, pikir Wataru Semakin dalam ia memasuki ruangan, kini terjawablah sudah hal itu. Pintu ganda balkon terbuka penuh, memperlihatkan tirai putih tipis yang melambai-lambai pelan terkena terpaan angin pagi. "Reiko?!" serunya dengan nada ragu. Hening. Suara pelan decit pintu yang terdorong-dorong angin tiba-tiba mengubah suasana di sana seperti sebuah adegan

