"Tidak usah. Aku tak ingin berurusan dengan NEET macam itu. Sangat memalukan jika sampai hal ini masuk berita dan disandingkan dengan lelaki tak berguna sepertinya. Jelas sekali NEET itu sedang melamun memikirkan uang saat menyebrang jalan sebelumnya. Dilihat dari sudut mana pun, ia hanya bisa bermodalkan tampangnya saja. Miskin. Tidak berkelas. Rendahan pula. Kerjaannya pasti hanya menggoda perempuan kaya lalu mengeruk uangnya untuk berfoya-foya," penumpang ini kemudian menunjukkan cover majalah yang dipegangnya setinggi mata pada sang butler, menyandarkan punggungnya dengan kaki dilipat lalu berkata dengan nada arogan menusuk penuh rasa jijik, "beda, dong, dengan diriku ini. Tampan, kaya, dan berbakat dalam bisnis." Alfred, sang butler tersenyum ringan dan mengangguk patuh, "tentu saja,

