Perjalanan sudah jauh, sangat jauh bahkan kini ia telah melewati hutan. Hua ren melirik Yi ran yang sangat tenang sekali, wajah polos Yi ran ketika tertidur membuatnya merasa tenang. “Berapa lama ia akan tidur?” tanya Hua ren kepada Xue tao yang meracik obat tidur itu menjadi sebuah asap.
“Aku tidak tahu, takarannya aku setarakan saat memburu hewan buas seperti buaya saat itu, mungkin dua hari paling lama.” Balas Xue tao dengan tenang mengatakan hal itu seolah tanpa beban, suara langkah kuda milik Hua ren pun terhenti, “kau gila!” sahut, Hua ren bagaimana jika ia tidak kunjung bangun ucapnya lantang.
Hua ren langsung darah tinggi, tapi itu tidak terlalu di tanggapi serius oleh Xue tao yang masih tetap berjalan, tapi berbeda dengan Xue Ze yang ikut mendengarnya pula. “Ayah, Yi ran akan baik – baik saja kan?” tanya dia dengan amat berputus asa.
Sikap tegas Xue tao berubah menjadi sangat luluh, “Tidak, ayah cuma bercanda tidak mungkin melakukan hal itu.” ucap Xue tao berkata demikian khawatir putri menjadi membenci dirinya.
“Tuh begitu katanya, Ayah engga jahat kok Cuma bercanda.” Jawab Xue Ze kepada Hua ren yang tadinya sempat berhenti kembali berjalan. “Jadi kapan ia akan kembali bangun dari tidurnya?” Hua ren kembali menanyakan ulang kepada Xue tao.
“Setidaknya hanya beberapa jam saja, ia akan segera banngun. Tapi itu kembali lagi, kepada orang yang menerima atau menghirup obat pemberianku, mereka mungkin akan lebih cepat atau pun lebih lamban dari yang sudah di perkirakan.” Begitu ungkap Xue tao kepada Hua ren yang tampak masih kesal. Pada akhirnya, semua jawaban kembali lagi kepada orang yang menerima obat.
Sekejap, mereka memilih mencari tempat yang bagus yaitu dekat dengan sungai agar kuda – kudanya dapat minum dengan tenang. Xue tao membantu Hua ren yang tengah berusaha turun, Xue tao memegangi Yi ran yang masih tertidur, ia pun di gendongnya, dan di tempatkan dengan batu – batu besar sebagai tempat senderannya dengan alas yang juga menggunakan batu yang berada di sana.
Hua ren terlebih dahulu membasuh mukanya yang tampak lusu karena kantuknya, setelah beberapa kali ia membasuh mukanya. “Argh baru pertama kali, aku merasakan suasana sesegar ini.” Demikian gumamnya meracau dengan nada puas. Tapi setelah itu, apa lagi hari ini. Adalah hari pertamanya untuk berpetualang kembali mengguanakan kaki palsu buatan pak tua itu yang juga hasil rakitan dari Yi ran.
Suara kasar seperti angin yang saling bergantian, begitu keras tapi Xue tao dan juga Xue Ze tidak merasakan adanya rasa angin kencang yang terus – terusan berbunyi dan ternyata suara itu berasal dari tangan Hua ren yang mulai berlatih secara bersamaan menggunakan kakinya pula.
Gerakan tangan Hua ren tidak bisa di lihat oleh mata normal Xue Ze, ia hanya melihat bayang – bayang lengan bahu yang terus menerus bergerak dengan cepat. Sepertinya itu juga menarik perhatian, Xue Ze dan pada akhirnya mendekati lalu duduk menonton dari dekat. Tentu saja itu sedikit menganggu Hua ren ketika mengetahui hal itu. Namun, ia tidak terlalu memperdulikannya dan memutuskan melanjutkan berlatih. “Jangan mendekat lagi, aku takut mengenaimu.” Pinta Hua ren kepada Xue Ze, orang yang di pintanya hanya mengangguk dan melihatnya saja.
Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE.
Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.
Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya?
Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan.
Riyuu Way