“Oh, jadi begitu. Paling tidak kalian masih bisa saling melengkapi, berbeda dengen Yu ran. Orang tuanya meninggal karena perang, dia bukan cucuku. Tapi aku menganggapnya seperti cucuku sendiri. Sifatnya yang begitu karen dia tidak pernah meminta bantuan dari siapapun.” Demikian paparnya kepada Xue tao, tentu saja percakapan itu di dengar langsung oleh Hua ren yang juga berada dekat dengan perapian. Kakek pun melihatnya, “Jadi apa dia anakmu yang lebih tua?” tunjuknya kepada Hua ren.
Xue tao tampak tersenyum, “Aku hanya menemukannya, di kandang. Aku dan Xue Ze yang membantunya serta merawatnya selama seminggu penuh sepertinya, aku tidak terlalu mengerti secara detail karena tidak pernah menghitung hari.” Pandangan Xue tao tampak memandangi Hua ren dan mereka berdua saling memandangi satu sama lain.
“Ternyata masih ada orang baik di sekitar sini, berbeda dengan dunia bawah. Semua orang bebas melakukan apapun. Tapi sayangnya, banyak orang menjadi sangat liar karena peraturan bebas tersebut. Aku sudah tua, dan tidak bisa menjaganya terus – terusan.” Ungkap pak tua itu. “Tempat ini benar - benar lingkungan sampah. Aku tdak bisa membayangkan situasi yang akan terjadi padanya jika aku mengalami sesuatu seperti meninggal di sini. Mungkin gadis ini akan mengalami hal yang lebih berat dari apa yang aku bayangkan.” Ungkapnya demikian.
Tiba – tiba saja kejadian yang sama kembali terulang, tapi kini Yu ran. Tangannya ikut terkena tungku panas. Ketika hendak mengangkatnya. Lalu secara mengejutkan ia mendekati Kakek tua itu dan berkata. “Aku tidak perlu kau khawatirkan! Biarkan aku berpikir sendiri!” teriaknya kemudian yang membuat suasana menjadi sangat tegang.
***
Yi ran tampak sangat tertekan dan bersembunyi di kamar, ia bahkan tidak keluar meski sudah di ketuk pintunya untuk makan bersama dengan para tamu – tamunya. Meski ada Xue ze berbicara kepadanya, “Yi ran, ayo makan. Daging sudah matang masa kamu tidak tertarik dengan makanan seenak ini.” Xue Ze menempelkan telinganya di dekat pintu,ia bahkan tidak mendengar suara apapun dari dalam. “ Aku akan meninggalkannya di sini.” Sambungnya lalu meninggalkan pergi kamar Yi ran. Di dalam kamar, Yi ran tampak menangis, ia memeluk lututnya sendiri. Entah apa yang ada di pikiran gadis kecil tomboi ini. Meski dari segi sifat menonjol seperti laki – laki tapi ternyata ia memiliki sifat feminim yang ada di dalam dirinya.
Xue Ze kembali sampai di ruangan makan, “Bagaimana? Apa Yi ran baik – baik saja.” Tanya Xue tao dengan nada penasaran tentu saja jawab itu juga sangat di tunggu oleh kakek yang sedang mendengar jawabannya. “Yi ran tidak mau keluar dari kamarnya, bahkan aku tidak mendengarkan langkahnya.”papar Xue tao demikian, lalu memakan kembali daging yang ada di sana.
“Aku sedikit penasaran akan maksudmu, jadi kau ingin anak itu di bawa ikut bersamaku?” tanya Xue tao dengan nada penasara serta sedikit memojokkan pak tua.
Pak tua, tampak bingung harus menjawab apa padanya,”Aku bingung mau menjawab apa, tapi niatku memang begitu jika kau tidak keberatan, setidaknya. Ia harus pergi dari tempat kumuh seperti ini. Mencari tempat yang cocok untuknya, ini yang aku inginkan sayangnya aku tidak bisa pergi sejauh itu karena tubuhku sudah tua untuk melakukan perjalanan jauh.”
“Apa kau yakin dengan ucapanmu? Jika pun sudah berniat seperti itu. Aku bisa membantunya, mengingat kau juga membantu Hua ren serta memberikan barng murah kepada kami.” Papar Xue tao, serta menatap mata pria tua itu, dengan sedikit mengintimidasi. “Baiklah, hal pertama yang harus kau ketahui. Pertama memang aku hanya pria yang kebetulan di temukan oleh cucumu, aku, anakku serta Hua ren hanya orang asing. Kalau masih mau mempercayakan Yi ran padaku, atau kami, itu terserah padamu.”
Pak tua tampak berpikir keras, ia tidak bisa memutuskannya dengan berpikir jernih, setelah di berikan keputusan berat menurutnya. Kemudian, “Baik, aku memang tidak punya pilihan lain … tapi jika ini yang terbaik, aku lebih memilih meminta bantuannya padamu, lagi pula mana ada pria jahat yang membawa satu anak serta pria asing mengikuti perjalanan kalian.” Ungkap pak tua, menyimpulkan semua yang dia dengar.
“Kalau begitu, semoga semua keputusanmu berakhir baik.” Ucap Xue tao kepada pak tua. “Aku akan pergi besok pagi, jika cucumu masih menutup diri kemungkinan besar aku akan memaksanya dan membuatnya tidur. Caranya sedikit kasar akan tetapi ampuh. Bagaimana?”
“Terserah kalian, aku akan mempersiapkan barang terutama semua tabunganku untuk perjalanan, Akan aku berikan kudaku satu – satunya padamu.” Ucap kakek yang telah memutuskan pilihannya pada mereka.