"Aku belum pernah melihat salah satu kaki palsu ini? Apa ini termasuk rakitan asli yang berasal dari sini?"
"Iya tentu saja, itu barang rakitan asli. Aku yang membuatnya sendiri." balas gadis yang membawa mereka menuju ke pasar gelap yang belum pernah dijumpai sebelumnya.
"Aku ingin mencobanya, bagaimana caranya agar aku mencobanya langsung?" tanya Hua ren yang sudah tidak sabar ingin mencobanya.
"Apa kakimu sudah pernah di pasang pen besi magnet?"
"Aku tidak paham apa maksudmu?"
"Pak tua, silakan tunjukkan tangan kirimu yang terluka itu."
Pak tua penjaga toko melinting lengan panjang sampai se bahu, lalu ia melepas tangan kirinya dan menunjukkan lengan yang tersisa pada Hua ren.
Lengannya terpasang sebuah batang besi yang terhubung langsung dengan tulang lengan, tonjolan besi itu sengaja terlihat agar mudah dan mengurangi rasa sakit saat di hubungkan.
"Bagaimana apa kamu berani memakainya?" tanya gadis itu enteng.
Hua ren melihat kaki kirinya yang hilang, "Aku siap, tolong bantuannya."
"Pak tua, tolong bantu paman itu menjalankan operasi batang besi."
Pak tua itu diam saja sedari tadi namun tetap menurut perkataan gadis muda itu tanpa penolakan. Selanjutnya, pak tua menuntun Hua ren menuju tempat operasi yang berada di balik tirai,
Ruang operasi yang di penuhi peralatan tajam dan juga beberapa batang besi hitam silinder tergantung layaknya hiasan dinding. Hua ren tidur di atas ranjang kecil, di sampingnya sudah ada obat-obatan, jika di cium baunya itu adalah obat tidur dan juga obat pelemas syaraf yang sudah pernah dicium sebelumnya.
Pak tua itu terlihat menyibukkan dirinya memakai penutup kepala dan juga mengatur kembali tangan palsunya, kemudian ia menghampiri Hua ren yang terlentang di atas ranjang. "Apa kamu ingin tetap sadar sadar saat operasi atau tertidur?"
"Aku ingin tertidur."
"Tunggu sebentar." Pak tua, kembali lagi untuk mengambil sesuatu sampai keluar ruang operasi, "Tolong ambilkan kain bersih milikku."
Suaranya terdengar jelas dari ruang operasi, Hua ren sedikit tergugup karena belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Lalu, Pak tua kembali membawa kain selanjutnya ia mencelupkan obat tidur kemudian obat diberikan kepada Hua ren.
"Pegang ini dan Hiruplah."
Hua ren sedikit ragu saat akan menghirupnya namun, ia tetap memberanikan diri. Setelah di hirup pandangannya mulai kabur. Lalu, secara bertahap semua fungsi perasanya mulai kehilangan kinerja dan pada akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri.
***
Proses yang cukup melelahkan Pipa silinder sudah terpasang sepenuhnya ke kaki kiri Hua ren. Akan tetapi, ia masih tidak sadarkan diri. Mereka mengobrol-ngobrol ringan sampai Hua ren terbangun dari tidurnya.
"Berapa harganya?"
"Apa kamu meragukan ucapanku? Sudah aku bilang harganya murah, bahkan lebih murah dari pada toko yang baru saja kau kunjungi."
"Kalau begitu sebutkan saja, agar aku mengetahuinya." ungkap Xue tao kepada anak gadis yang seusia putrinya.
"Harga sahabat hanya lima koin emas dan sepuluh koin perak, harga murah yang sangat murah bukan? Itu termasuk biaya operasi." jabar gadis itu menjelaskan.
'Harga yang sangat menggiurkan berapa kali pun aku membandingkannya dengan toko yang pernah aku datangi.' batin Xue tao merenung sesaat.
"Hei, bagaimana apa kamu menerimanya?"
"Ah? Ha? Aku menyetujuinya." balas Xue tao termenung.
Suara langkah kaki yang separuh berat berjalan keluar dari ruang operasi, "Kaki milikku sedikit geli saat berjalan." ungkap Hua ren berbicara sendiri sambil memegangi kakinya yang terlampau sensitif.
"Ah apa kamu baru saja mengucapkann 'geli'?" ucap pak tua baru selesai melakukan perawatan pada kaki palsu milik pelanggannya.
Hua ren menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya."
"Sepertinya kamu memiliki KI yang bagus. Apa kamu seorang petarung?" ucap pak tua itu sambil mendatangi ke arah Hua ren saat masih memijit kaki palsu.
Pak tua langsung berjongkok lalu memegangi kaki buatan itu dan mengatur kembali, "Bagaimana rasanya?"
Hua ren meliuk-liukan persendian mata kaki dan lutut kirinya, "Sudah lebih baik dari sebelumnya, walau masih terasa geli."
"Oh begitu, oke itu hanya kaki percobaan saja mungkin ada yang cocok di sekitar sini." Pak tua langsung mencari kaki yang tergantung diatas dinding, kemudian mencobanya satu persatu kepada Hua ren, hampir memakan waktu satu jam dan mereka belum menemukan kecocokan.
Pak tua menyeka keringatnya, "Sulit sekali mencarikan kaki yang cocok untukmu, hampir semua kaki palsu buatanku dan itu semua khusus untuk orang yang memiliki KI petarung sepertimu."
"Aku memiliki salah satu kaki yang belum pernah di tunjukkan di toko ini. Apa kalian mau melihatnya?" tawar gadis itu kepada para pelanggannya.
"Hei, apa yang kamu bicarakan? Itu masih dalam tahap percobaan dan bentuknya pun belum layak untuk di tunjukkan."
"Diamlah pak tua! Aku tidak mau mendengar ucapanmu." gadis itu segera mengambil Kaki yang berada di gudang, kemudian menunjukkan kaki dengan bentuk yang masih belum sempurna.
"Apa itu kaki? Bentuknya sangat-sangat berbeda dari sebelumnya." ungkap Hua ren membandingkan kaki yang pernah di coba sebelumnya.
"Kaki ini milik para tentara khusus, aku menemukannya meski bentuknya sedikit rusak, tapi sepertinya masih bisa di gunakan."
Kaki yang terbuat dari baja murni dengan sedikit goresan-goresan yang berasal dari pemakai sebelumnya, noda darah yang menempel di kaki palsu tersebut bahkan belum pernah di bersihkan.
Pak tua segera memasangkan ke kepada Hua ren. "Ini belum selesai di perbaiki, jadi mungkin akan terasa sakit. Bersiaplah."
Hua ren menggangguk saja setelah itu dengan sedikit persiapan, ia memberi tanda kepada Pak tua untuk segera memasangnya.
"Bersiaplah." Pak tua segera menyambungkan beberapa hal kecil dari sendi mata kaki, sepertinya Hua ren tidak mengalami hal seperti itu. Ia melihat wajah Hua ren kembali, menyempatkan ekspresi wajah pelanggannya.
Aaaa!
Teriakan keras terdengar setelah lutut Hua ren mulai benar-benar dihubungkan serta syarafnya pula.
Aaaa!
Teriakannya masih belum berhenti Hua ren masih merasakan sakit yang amat luar biasa, seolah ada sesuatu yang memaksa masuk ke dalam tubuh
Pak tua terlihat kebingungan melihat ekpresi Hua ren, "Sebaiknya aku hentikan hal ini."
"Jangan! Lanjutkan ... saja sampai .... benar-benar tidak terasa lagi." ucap Hua ren menggretakkan giginya menahan rasa sakit.
Pak tua akhirnya tetap menuruti permintaan Hua ren untuk melanjutkan mengatur kembali kakinya sampai benar-benar berkurang rasa sakit. Setelah sentuhan terakhir Hua ren terdiam tidak berteriak lagi dan hanya suara napas dadanya yang terasa berat saja.
"Aku kira dia akan mati. Jika dia mati percuma saja aku mengeluarkan banyak uang hanya untuk dirinya." oceh Xue tao memperhatikan d**a Hua ren yang mengembang serta mengempis.
"Operasi berjalan sukses, untuk sementara biarkan kaki palsu itu terpasang padanya." ujar Pak tua kepada mereka semua.
Hua ren pingsan dalam posisi terduduk di atas kursi.
Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE.
Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.
Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya?
Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan.
Riyuu Way