Bab 9: Insiden penginapan

1180 Words
Suara gaduh terdengar keras dari kamar sebelah, akibatnya seluruh penghuni penginapan membuka pintu kamar lebar-lebar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tidak terkecuali mereka bertiga yang berada dekat dengan sumber kegaduhan. "Apa yang sebenarnya terjadi?" "Aku tidak tahu, baru saja aku membuka pintu karena penasaran." Mereka saling bertanya satu sama lain, memahami keadaan yang ribut-ribut di pagi hari. Keributan masih terus berlanjut meski semua penghuni sudah memperingatkannya dengan suara nyaring dan juga menggedor pintu. Akhirnya salah satu dari penghuni kamar memberanikan diri untuk mengecek keadaan yang sudah terlanjur meresahkan mereka dengan cara mendobrak langsung pintu untuk memaksa masuk. Mereka langsung terkejut, melihat seorang wanita tergeletak di lantai yang di penuhi darah terutama pada wajah serta pakaiannya robek. "Kenapa hanya wanita itu yang berada disini? Dimana pria yang telah melukainya?" Suara gaduh pun terdengar keras dari luar jendela di sisi samping berdekatan dengan kandang kuda. Mereka berbondong-bondong pergi ke arah jendela untuk mengecek sedangkan lainnya sibuk mengurusi wanita malang dan menaruhnya kembali ke ranjang lalu di beri pengobatan oleh para penghuni hotel. para wanita yang menghuni penginapan yang mengurus wanita muda yang terluka itu dengan hati-hati, "Kalian tolong, keluar dari kamar ini. Kami akan membersihkan luka yang berada di tubuhnya dan juga mengganti bajunya." ucapnya memberi tahu. Mereka pun menuruti saja perkataan wanita itu. Xue Ze menengok ke arah ayahnya, "Yah, apa kita harus berdiam diri terus menerus disini?" cetus membuat terkejut Xue tao, mereka berdua memang berdiam diri saja sedari tadi di depan pintu kamar mengamati penghuni kamar lainnya, Hua ren pun melakukan hal yang sama. "Itu bukan urusan kita, jadi lebih baik kita mengurus masalah kita saat ini." jawab Xue tao jelas. "Tapi bagaimana jika kita di posisi wanita itu dan tidak ada yang menolong?" Xue Ze kembali melempar pertanyaan itu kepada ayahnya, "Ayah pasti meminta bantuan orang lain bukan?" Mendengar ungkapan putrinya ia segera membuat keputusan, lalu ia menyamakan tingginya dengan Xue Ze "Baiklah, jadi kamu mau ayah membantu wanita itu?" Xue Ze langsung tersenyum lebar, "Iya." Jawaban yang singkat namun kesannya begitu dalam bagi Xue tao. "Kalau begitu kita sarapan pagi terlebih dahulu, lalu kita mencari pria itu. Oke." ucap Xue tao membalas jawaban putrinya. Selanjutnya mereka kembali berberes dan berbalik lagi untuk berberes peralatan untuk mencari kedai untuk sarapan kembali dan sesudah itu kembali untuk mencari informasi pria yang telah melukai wanita muda. Selama perjalanan pagi yang mereka temui hanyalah para penyintas seperti mereka yang berasal dari berbagai kerajaan dan juga ibukota sambil membawa barang hasil bumi ataupun kerajinan tembikar yang akan di jual di pasar. "Silakan tuan masuk ..." ucap pramusaji ramah sambil menyapa mereka dengan senyuman yang menyejukkan, "Apa yang ingin anda pesan tuan?" "Apa saja yang cocok untuk kami sarapan." "Kalau begitu akan kami sarankan makanan manis yang ringan terlebih dahulu sebagai sarapannya. Apa tuan mau yang seperti itu?" Xue tao melirik anaknya, "Apa kamu mau makanan manis?" "Aku mau." jawab singkat Xue Ze sambil mengangguk. "Baik, kalau begitu beri kami makanan manis dan juga makanan beberapa roti untuk kami bawa saat perjalanan nanti." tutur Xue tao kepada pramusaji mendengarkan pesanannya. "Baik tuan, akan segera kami siapkan." Mereka menunggu beberapa menit, selama itu pula mereka menguping para pelanggan yang sedang sibuk membicarakan kejadian pagi tadi di sebuah penginapan. "Pagi tadi ada perkelahian di penginapan Kaili, aku tidak tahu apa penyebabnya. Sesudah perkelahian itu, ada seorang pria kabur lalu keluar melalui jendela. Aku tidak habis pikir, kenapa orang-orang seperti dia tega memukuli seorang wanita muda." "Mungkin saja mereka berkelahi karena wanita itu berselingkuh." "Bagaimana kau tau kalau dia selingkuh?" "Aku bilang 'mungkin' bukan berarti itu yang benar-benar terjadi." "Apa kalian melihat rupa wajah pria itu?" Hua ren langsung menyerobot percakapan para pelanggan yang sedang asik bercerita. "Ah, aku melihat wajah pria itu saat melompat. Wajahnya memiliki luka sayatan lama yang sangat terlihat jelas dan memiliki tato aneh di pundaknya." "Terima kasih." balas Hua ren tenang. "Maaf, apa kakimu hilang karena luka kecelakaan?" "Iya karena kecelakaan tempo lalu." "Kalau begitu ... nasibmu sama sepertiku." terang salah satu pelanggan sambil menarik tinggi celananya dan menunjukkan kaki buatan miliknya. "Apa itu kaki palsu?" "Iya tentu saja, tapi kaki ini mirip selayaknya kaki pada umumnya. Tapi, tidak semua orang dapat menggunakan kaki yang aku pakai, mereka harus bisa menggunakan kekuatan KI mereka agar dapat terus di gerakan sesuka hati." terangnya. "Sepertinya menarik." "Tentu saja menarik, kebetulan salah satu temanku ada yang bekerja di sebuah pengrajin kaki palsu. Jika kamu ingin menemui tempat itu, silakan pergi ke ibukota utama yang bernama Quon Fan." tuturnya sambil melepas kaki palsunya dan menunjukkan bagian kaki yang memiliki batang besi sebagai penghubung dengan kaki palsu tanpa harus mengikatnya. "Terima kasih, informasinya. Apa biayanya mahal?" "Tergantung dengan kualitas bahan yang kamu inginkan." terangnya kembali. Hua ren terlihat senang mendengar informasi itu, wajahnya nampak tersenyum tanpa henti setelah menerima kabar itu dari pelanggan kedai yang mereka datangi. Melihat senyuman Hua ren yang tanpa henti menyeringai, "Hua ren, apa kamu menginginkan kaki palsu?" "Tentu saja." Hua ren langsung membalas cepat ucapan Xue tao dengan wajah tersenyum tanpa henti. "Kalau begitu, kita akan menuju ibu kota sambil mencari keberadaan orang itu di sana." *** Perjalanan mereka berlanjut menuju ibukota utama untuk mencari Quon Fam bengkel medis satu-satunya yang menjual peralatan tangan dan kaki buatan. "Harganya lima koin emas untuk yang paling murah." "Apa! Itu terlalu mahal!" "Ambil atau tidak sama sekali." "Aku tidak jadi membeli." Xue tao terkejut ketika menawar barang yang jauh lebih mahal dari apa yang dirinya bayangkan, uangnya tidak cukup hanya untuk membeli satu buah kaki palsu saja. Mereka terpaksa kembali dengan tangan hampa, Hua ren tampak putus asa setelah mendengar harganya yang terlalu tinggi. Tak berselang lama datang seorang anak kecil yang seusia Xue Ze, mungkin lebih tua darinya. "Apa kalian membutuhkan sepasang kaki palsu?" tanya gadis itu membawa sedikit pencerahan. "Iya, aku membutuhkannya." Hua ren begitu cepat membalas ucapan gadis itu. "Kalau begitu ikuti aku, ada barang bagus yang bisa kalian gunakan ... tentu saja dengan harga miring yang bisa kalian tawar." terang gadis itu seakan menjadi penolong mereka berdua. Selanjutnya mereka pun pergi mengikuti gadis itu menuju gang sempit yang berdempetan langsung dengan toko-toko. Setelah itu, mereka berhenti karena bertemu penghalang tembok yang ternyata sebuah pintu masuk. Lalu, gadis itu mendorong tembok pagar dengan sekuat tenaga. Mereka pun di kejutkan sisi lain ibukota yaitu bagian gelap ibukota. Mereka melihat dan menemukan beberapa orang aneh yang sedang memperhatikan mereka saat berjalan di tengah kerumunan orang-orang. "Tenang saja, mereka tidak akan bertindak macam-macam. Mereka hanya terlalu penasaran terhadap orang baru." Gadis itu kembali mengarahkan mereka bertiga menuju pintu masuk yang aneh. Pada akhirnya mereka pun sampai ke ruangan yang di penuhi dengan kaki palsu berbagai jenis dan bahkan ada beberapa yang belum pernah di temuinya di toko itu. "Selamat datang di pasar gelap Xin-xin." --------------------------------------------------------------------------------------- Mohon tinggalkan KOMENTAR, atau LOVE jika menyukai setiap cerita yang aku buat, komentar membangun kalian sangat mempengaruhi kualitas tulisanku. Mohon di mengerti,  kemampuanku dalam menulis belum sebagus orang - orang yang sudah lama menggeluti tulisannya, jadi jika kalian menyukai setiap bab yang aku tulis mohon tinggalkan komentar, jika pun kalian malas untuk berKOMENTAR mohon tinggalkan LOVE. Riyuu Way
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD