Hua ren melangkah dan mendekati pohon, kakinya berlagak seperti hendak menendang. Ayunan kuat baru saja di lancarkan Hua ren, dari situ bisa sesuatu baru saja terjadi. Sebuah pohon langsung ambruk, suara retakan dan dahan – dahan yang saling bersinggunagan membuat kegaduhan di dalam hutan. Hua ren tidak menyangka hal itu akan benar – benar terjadi, ia seolah menggunakan kaki aslinya, akan tetapi kali ini kekuatannya bertamba dua kali lipat dari yang pernah dia gunakan. Karena Hua ren tidak bisa merasakan sakit pada kaki besinya kecuali terkadang rasa geli menghinggapinya saja.
Xue tao langsung mendekati Hua ren yang tiba – tiba menendang pohon. “Hei! Siapa yang menyuruhmu menendang pohon?!” Lalu Xue tao berhadap – hadapan dengan Hua ren, “Kalau kau mau berlatih, lebih baik melawanku saja. Dari pada kau menghancurkan semua pohon yang berada di sini, meskipun kau memukul atau menendang pohon semua itu akan percuma karena pohon tidak akan membalas pukulan dan tendanganmu.” Sambungnya demikian, lalu memasang kuda – kuda. “Ayo, lawan aku ...” ucap Hua ren.
Hua ren merasa tertantang, “Kalau itu maumu, akan aku ladeni.” Demikian balas Falco kepada pria yang berada di depannya. Hua ren melihat ke bawah dan memperhatikan batu seukuran jempol kakinya, ia pun menggunakannya untuk melawan Xue tao dengan melambungkan lalu sekejap menedangnya ke arah wajah.
Xue tao langsung saja, menghindari, secepat yang dia bisa ketika mengetahui benda kecil itu melayang bebas mengarah ke area wajahnya. Namun, hal mengejutkan terjadi, kaki Xue tao meliuk seperti ular, kembudian mengembalikan kerikil yang di arahkan kepadanya untuk di kembalikan lagi kepada Hua ren menggunakan kaki kiri bagian telapak kanannya. Secepat kilat itu pula, Xue tao mengikuti secepat yang dia dan menggunakan batu sebagai pengalih perhatian.
Tangan Xue tao, tiba – tiba muncul begitu saja setelah batu itu berhasil di hindari. Akan tetapi, Hua ren yang menyadari trik murahan itu langsung menangkis menggunakan telapak tangan kanannya dan membelokkan arah pukulannya serta secara sekejap pula tangan kiri Hua ren mengarah ke depan area wajah Xue tao yang kebetulan maju terlebih dahulu, dalam posisi yang sulit dimana Xue tao tidak ada kesempatan untuk menghindari arah serangan.
“Cih!” suara decih baru saja keluar dari mulut Hua ren, karena dengan cara yang sama seperti Hua ren menangkis serangan Xue tao. Xue tao hanya membalas senyum dan berkata. “Bagaimana rasanya cara bertarungmu aku ikuti?” Xue tao tampak mulai menikmati kegiatan berlatih melawan Hua ren.
“Apa yang kau lakukan kenapa kau malah seolah menyerah begitu saja.”ungkap Xue tao yang baru saja menikmati pertandingan akan tetapi malah sikap Hua ren yang malah terkesan menjauh dan kaku.
Xue tao malah berulah dengan kembali melakukan p*********n bukan sebaliknya, tentu saja Hal itu di tanggapi langsung oleh Hua ren, karena memang ia merasa tidak nyaman dengan perlakuan kasar yang di lakukan pak tua Xue tao, gerakannya yang terus menerus di lakukan Xue tao sangatlah membuat Hua ren bingung, ia kewalahan di tambah kaki kirinya memang kaku karena belum terbiasa melakukan gerakan menghindar. Hua ren tampaknya sedang melakukan gerakan yang fatal ketika hendak menyerang Xue tao kakinya berputar hebat ke arah berlawanan arah jarum jam. Tangan Xue tao menangkis ketika Hua ren menyerang balik.
Berhenti!
Secara tiba – tiba gerakan mereka berdua langsung berhenti di tengah jalan, ternyata mereka sudah saling menyerang bagian area fatal dari dagu dan juga perut yang menyerang bagian uluh hati.
Hai...
Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE.
Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.
Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya?
Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan.
Riyuu Way