Hujan deras masih membasahi jalanan. Gama yang berada di rumah sakit mengantar Camelia melihat jam di tangannya. Ia harus segera pulang. “Mel.” Ujar Gama saat Camelia sudah bisa duduk. Ia baru saja diobati oleh dokter karena keningnya berdarah setelah kecelakaan. “Ada apa, Gama?” “Aku harus pulang, Luna nunggu aku di rumah.” “Tapi sekarang aku butuh kamu, Gama.” “Aku udah bantu kamu, Mel. Aku udah urusin gerobak yang kamu tabrak, aku udah bayar kompensasi. Dan aku anter kamu ke rumah sakit. Kamu bisa pulang sendiri pakai taksi.” “Tapi, Gama. Aku ....” “Nggak ada tapi tapi, Mel. Kamu tahu? Aku udah bikin istri aku marah. Dan sekarang waktunya aku nenangin dia.” “Gama, apa nggak bisa kita mulai dari awal lagi? Apa kita ....” “Nggak bisa. Kamu tahu betul aku bakal tetap pilih ist

