Bab.14 Aku Akan Memijatmu

1189 Words
  "Menerima dia?"   Mendengar ini, Fernando agak terkejut, dia kemudian menatap Nadia lagi.   Mau tidak mau Fernando harus mengatakan bahwa Nadia memiliki kecantikan yang luar biasa, wajahnya lembut, tinggi semampai, ditambah lagi dengan gairah mudanya, Fernando rasa semua laki - laki pasti akan menyukainya.   Pada saat itu wajah Nadia sudah merona merah, bukan hanya kegugupan yang terlihat di dalam matanya, tetapi ada juga ketertarikan dan tatapan penuh harap.   "Tidak."   Fernando langsung menolak.   Nadia memang sangat cantik, tapi Fernando adalah pria yang sudah menikah, ada batas - batas yang tidak boleh dilanggar.   Fernando sangat tulus mencintai istrinya, maka dari itu dia tidak mungkin mengkhianati istrinya.   "Um…...Pak Fernando, apakah putriku tidak cantik…..."   Casril sedikit terkejut, dia tidak menyangka Fernando akan menolak dengan tegas.   Casril tahu tentang pernikahan Fernando, tetapi bagi orang sekelas Fernando, pernikahan bukanlah sesuatu yang pasti.   Meskipun Fernando sudah menikah, tapi mencari wanita lain di luar bukanlah suatu masalah.   "Tidak perlu dilanjutkan lagi, saya sudah menolak hal ini."   Fernando melambaikan tangan dan menyela kata-kata Casril selanjutnya.   “Baiklah.” Casril sangat terkejut, dia pun berhenti berbicara dan melanjutkan makan.   Terlihat sorot kekecewaan di mata Nadia yang sedari tadi mendengarkan percakapan tersebut.   Jamuan makan itu berlangsung selama satu jam.   "Pak Fernando, kudengar Ayah mertua Anda sakit, jadi saya secara khusus menyiapkan beberapa makanan bergizi tinggi."   Casril mengeluarkan sebuah kotak hadiah dan membukanya, ada dua benda berduri berwarna gelap di dalamnya.   "Bukankah ini adalah teripang?"   Dalam sekali lihat, Fernando langsung mengenalinya.   Casril mengangguk. "Tetapi ini bukan teripang yang dibudidayakan di dalam negeri, ini adalah teripang yang dikirim dari Pelabuhan Morsman Arktik di Russland. Teripang ini memiliki gizi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teripang lokal!"   "Teripang ini dapat menyeimbangkan energi dalam tubuh, memelihara ginjal, dan menghangatkan badan, sangat cocok bagi orang yang baru pulih dari penyakit serius."   "Kalau begitu, terima kasih, Direktur."   Fernando tidak sungkan-sungkan menerima hadiah tersebut.   Di atas kotak terdapat banyak tulisan bahasa Russland yang tidak dimengerti oleh Fernando, sepertinya teripang itu memang didapatkan dari Russland.   "Tidak perlu berterima kasih, ini sudah seharusnya saya lakukan!"   Casril tersenyum.   Sekitar setengah jam kemudian, semua orang telah makan dan minum sampai kenyang, Fernando pun bersiap untuk pergi.   "Nadia, kamu antar Pak Fernando pulang," perintah Casril.   "Baik, Ayah!"   Nadia mengangguk, dia pun keluar sambil menenteng kunci mobil.   “Omong-omong, Pak Fernando, ramuan obat milik Bapak mungkin akan datang dalam waktu dua hari, tiba saatnya nanti saya akan menyuruh Nadia memberikannya kepada Anda.” Casril menambahkan.   Casril tidak tahu sebenarnya itu ramuan obat apa, dia hanya mendapat kabar bahwa keluarga Fernando akan mengirimkan obat untuknya.   “Baik.” Fernando mengangguk, begitu ramuan obat itu sampai di tangannya, penyakit yang dia miliki sejak lahir benar - benar bisa disembuhkan.   Casril dan kelompoknya mengantar Fernando ke pintu Restoran Danau Zamrud, tepat pada saat itu, sebuah Rolls - Royce hitam yang terlihat mencolok sudah menunggu di depan pintu.   "Pak Fernando, silakan naik!"   Nadia membukakan pintu penumpang depan untuk Fernando.   Fernando pun masuk ke dalam mobil.   "Pak Fernando, hati-hati di jalan!"   "Pak Fernando, hati-hati di jalan!"   Casril dan kelompoknya memberi hormat secara bersamaan, Rolls-Royce pun perlahan pergi meninggalkan Restoran Danau Zamrud.   "Pak Fernando, rumah Anda di mana?"   Nadia bertanya sambil mengemudikan mobil.   “Taman Bahagia,” jawab Fernando.   "Taman Bahagia? Saya belum pernah mendengarnya." Nadia mengedipkan mata lebarnya. "Saya tahu perumahan kelas atas di Kota Lautan Timur, tapi saya belum pernah mendengar tentang Taman Bahagia, apakah ini perumahan baru?"   "Ini hanya perumahan biasa, ada di Jalan Batu…...tidak apa-apa, aku akan menyalakan navigasinya, kamu tinggal mengikuti navigasi!”   Fernando mau tidak mau meraih ponsel dan menyalakan navigasi.   "Baiklah!"   Nadia dengan jahil menjulurkan lidahnya.   Setelah membuka navigasi, Fernando menutup matanya dan beristirahat.   Tingkat kenyamanan Rolls - Royce memang melampaui batas, Fernando merasa seperti duduk di atas awan, mobil itu sangatlah stabil walaupun terguncang. Bagian dalam mobil semuanya menggunakan bahan kulit, kayu, dan berbagai jenis logam, tampak seperti mahakarya yang dibuat dengan tangan.   “Mobil mewah memang berbeda!” Fernando mengagumi diam-diam.   Tiba - tiba saja, Fernando merasakan kehangatan di kakinya.   Fernando pun membuka matanya, entah sejak kapan Nadia meletakkan tangan mungilnya itu di atas kaki Fernando.   “Apa yang kamu lakukan?” Fernando mengerutkan kening.   Saat ini, Nadia mengenakan celana jins pendek, memperlihatkan sepasang kaki panjang yang mulus dan ramping, penuh dengan gairah muda.   "Aku takut kamu akan merasa tidak nyaman bila berbaring seperti ini, jadi aku akan memijatmu!”   Nadia mengerucutkan bibirnya dengan ekspresi memelas.   Fernando merasa tidak berdaya, tentu saja dia mengerti maksud hati Nadia untuk menggodanya.   Sejak masih muda, Fernando belum pernah melihat seorang gadis yang begitu agresif, apalagi yang memiliki paras serta bentuk tubuh yang cantik seperti Nadia.   Memang punya uang itu enak sekali!   Jika saja aku belum menikah, aku mungkin tidak akan dapat menahan godaan seperti ini dan melakukan hal “itu” dengan Nadia……tidak, saat ini aku masih memiliki penyakit, bagaimana mungkin bisa melakukan hal “itu”?   "Kendarai mobilnya dengan baik."   Fernando tidak ingin lagi membayangkan hal yang tidak-tidak , dia pun memutar mata ke arah Nadia.   "Baiklah!"   Nadia dengan patuh menarik kembali tangannya, tapi tidak dapat dipungkiri terlihat jejak kekecewaan di dalam matanya.   Tidak mungkin, apakah aku tidak cukup cantik? Apakah Pak Fernando tidak suka padaku? Kalau tidak, bagaimana mungkin Pak Fernando bersikap begitu dingin?   Semakin memikirkannya, Nadia merasa semakin kesal, ini adalah pertama kalinya dia begitu agresif terhadap seorang pria, tetapi pria itu malah bersikap acuh tak acuh padanya.   Ngung ngung ngung ...   Tiba-tiba, ponsel Fernando berdering.   Ketika Fernando melihatnya, itu adalah panggilan dari Yana.   “Halo, Kak.” Fernando menjawab teleponnya.   "Fernando, dasar kamu orang yang tidak berguna! Apakah kamu tidak memiliki rasa bakti sedikit pun?"   Yana begitu marah, dengan nada dingin dia berkata.   "Ayah kita sakit, tapi kamu sama sekali tidak peduli!"   "Coba kamu pikir, kamu tidak bekerja, setiap hari di rumah hanya tidur, tidak ada pekerjaan, jadi mengapa kamu tidak datang ke rumah sakit untuk menjenguk Ayah kita! Kamu pasti berharap Ayah meninggal, dengan begitu kamu baru merasa senang!”   "Bukan begitu Kak, hari ini aku…..." Fernando ingin menjelaskan.   Yana langsung menyela. "Bahkan jika kamu tidak berbakti, apakah kamu tidak mengerti tentang rasa kemanusiaan? Kamu harusnya paham, jika bukan karena kamu menjadi menantu di Keluarga Yasmudi, dan jika bukan kami yang memberimu makanan serta pakaian, kamu pasti mati kelaparan di luar sana!"   "Dasar tidak tahu diri! Kamu seharusnya belajar dari Hadi, dia bahkan tidak pergi bekerja demi menjaga Ayah kita di rumah sakit! Sedangkan kamu? Tidak bisakah kamu berbakti sedikit? "   "Sudahlah, Yana, tidak perlu bicara lagi. Fernando tidak mengerti, cukup ditegur satu dua kali saja. Sini teleponnya, biarkan aku yang bicara." di ujung lain telepon, Hadi mengambil ponselnya.   "Halo, Fernando, apakah sekarang kamu ada waktu? Datanglah kesini untuk menjenguk Ayah kita!"   “Sekarang aku ada waktu, aku akan kesana sekarang juga,” jawab Fernando. Kebetulan sekali, dia bisa sekalian mengantarkan teripang ke Tazuddin untuk memulihkan badannya.   "Baik, kemarilah, tapi kamu hanya bisa naik taksi, sebab bensin di mobil BMW-ku tinggal sedikit, aku lupa isi bensin, jadi aku tidak bisa menjemputmu,” kata Hadi.   "Kamu ingin menjemputnya?"   Yana mencibir dari samping. "Kamu tidak lihat? Orang miskin tidak berguna seperti dia, apakah pantas naik BMW? Aku rasa seumur hidupnya, dia bahkan tidak akan sanggup untuk membeli ban mobil BMW."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD