Chapter 15 Kami Bersahabat

1841 Words

Gelap. Dimana aku? Tengkukku masih sakit. Oh, iya aku ingat, pria b******k itu memukulku hingga aku tidak sadarkan diri. Sepi. Dimana aku ini. Mulutku sepertinya di sumpal kain, aku tidak bisa berteriak. Kaki dan tanganku rasanya seperti diikat. Aku tidak bisa melepaskannya. Oh jangan katakan ini seperti di film-film bahwa aku diculik. “Sudah sadar ya?” Suara ini. Si pria b******k. Aku mencoba bergerak, tidak bisa. “Hallo.” Kain penutup mataku dilepas. Pertama kali yang kulihat adalah wajah pria b******k itu yang senyum-senyum layaknya setan. Dia membuka penyumpal mulutku. “Apa yang bapak lakukan?” teriakku langsung. “Wanita sukanya teriak-teriak. Jangan berisik kamu.” Dia menutup telinganya dengan senyum-senyum. “Dimana Tia?” tanyaku. “Pela*** itu sedang tidur cantik,” jawabnya sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD