"Tadi namanya siapa, Van?" "Rafael." "Rafael? Kok gue baru denger nama dia." "Sama. Gue juga baru denger." "Eh, kok lu tahu namanya, Van. Lu kenal dia?" "Enggak. Gue tahu aja." "Tahu dari mana lu? Lu sering main ke gedung sebelah." "Kagak. Gue dulu sering ketemu sama dia waktu kelas dua." "Oh... Lu pernah sekelas sama dia?" "Enggak juga." "Lha... Terus lu tahu darimana, Anjir?" "Gue pernah bilang ke elu 'kan kalau dulu gue pernah deketin Si Putri?" "Iya. Lu pernah PDKT sama dia tapi gagal. Terus?" "Gak usah disebutin juga gagalnya, k*****t!" "Hehe ... Maaf-maaf. Kebablasan. Terus-terus, lu bisa kenal Si Rafael dari mana?" "Waktu kelas dua, dia sering pulang sama Si Putri." "What? Serius? Mereka paca—" "Bentar dulu! Gue belum selesai!" "Oke—Oke. Lanjut!" "Na

