Ekspresi wajah perempuan itu terlihat sedikit cemburu. Dari dulu Nadine memang tidak pernah bisa menyembunyikan perasaan cemburunya dan Juna tahu itu. Laki-laki itu selalu bisa membaca gestur tubuh sang mantan istri. "Oh ya? Kata siapa? Kamu itu masih punya hak cemburu, Nad. Karena aku ini masih milikmu, sampai kapan pun aku masih milikmu," sahutnya sambil menggenggam tangan Nadine di atas meja. Sesaat Nadine hendak melepaskan tangan Juna. Namun, genggaman tangan laki-laki itu dirasa semakin erat. "Jangan kamu lepas begitu saja. Anak-anak sedang melihat kita, aku mohon jangan tunjukkan kemarahanmu di depan mereka," pinta Juna sambil melirik ke si kembar yang saat itu sedang menikmati makanan pesanan mereka sambil menatap ke sang ayah dan ibu dengan wajah yang polos dan menggemaskan. Nadin

