26

1939 Words

26 Iren masih menangis tergugu. Kejadian barusan memang sangat singkat. Tapi, membuat seperti jiwanya di rebut paksa dari raganya dan mampu melululantahkan semua kebahagian yang baru tercipta selama beberapa bulan ini. Saat perutnya, sudah berangsung membaik, Iren berusaha bangkit dari duduknya dan langsung berjalan pelan ke ranjang. Ia membaringkan diri dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Iren terlalu larut dalam bahagia, ia tak memikirkan lagi rasa sakitnya di masa lalu. Dan kini, ia seperti mengalami djavu. Ia tak menyangka bahwa ia akan mendapat perlakuan buruk kembali dari suaminya. Sebegitu dasyatkan karma yang harus di terima Iren, takdir seoalah mempermainkannya dan hanya memberinya sedikit kebahagiaan, lalu mencabutnya lagi dan memberi kesakitan yang lebih dasyat dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD