Bagaimana kabarmu?

1249 Words
Raka ingin sekali bertanya kepada Bani saat mereka tidak sengaja bertemu seperti ini. Namun mulutnya begitu kaku untuk mengucapkan satu patah kata sekalipun. Sampai akhirnya pertanyaan maminya membuat jantung Raka kembali berdebar. Benar, apa kabar Anjani sekarang? Di mana Anjani sekarang? Apa gadis itu sudah memiliki kekasih? "Anjani baik, Tante. Dia melanjutkan pendidikan di luar negeri," balas Bani berbohong. Sampai kapan pun Bani tidak akan mengatakan keberadaan adiknya yang masih di sini, tidak karena ada Raka di hadapannya. Bani tidak ingin, lelaki yang sudah menyakiti adiknya masuk kembali ke dalam kehidupan Anjani. Adik perempuannya bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari pada Raka. "Wah, ternyata kuliah di luar negeri. Tante ikut senang mendengarnya," balas Mami Raka yang kelihatan senang mengetahui kabar Anjani, mantan kekasih anaknya. "Iya Tante. Memang sudah rencana Anjani dari lama, jadi orang tua juga mendukung. Saya dan Bang Juna sebagai Kakak juga mendukung keputusan Anjani." "Kalau begitu saya duluan, Tante, Om. Soalnya kekasih saya sedang menunggu di mobil," lanjut Bani pamitan kepada keluarga Raka. Lagi-lagi berbohong karena tidak mungkin kan Bani mengatakan kalau sedang bersama dengan Anjani, yang ada Raka malah semakin ingin tahu tentang Anjani. "Iya silahkan. Salam untuk orang tua kamu." Bani tersenyum mengangguk kemudian memilih untuk segera pergi karena adiknya sudah menunggu. Tidak mau juga Bani berlama-lama dengan keluarga Raka, apalagi sampai mereka malah bertanya-tanya perihal Anjani. "Lama banget sih, Kak." Anjani mengomel saat Bani baru saja masuk ke dalam mobil, dia takut anak-anak merengek karena terlalu lama di dalam mobil seperti ini. "Di toiletnya antri." Anjani hanya bergumam. Mereka pun mulai meninggalkan parkiran restoran. Karena sudah begitu malam dan si kembar juga sudah terlelap di kursi belakang. Perjalanan di isi dengan keheningan, Bani sendiri tampak memikirkan pertemuan tadi bersama dengan keluarga Raka. Bani tidak mau kalau sampai lelaki itu menemukan keberadaan Anjani, apalagi sampai kembali dengan adiknya. Sesampainya di rumah, Bani langsung menggendong Raja sementara Anjani sudah membawa Rija dalam gendongannya. Si kembar benar-benar tidak terusik sama sekali, namun itu membuat Anjani bernapas lega karena tidak harus menina bobokan mereka berdua secara bersamaan. "Makasih, Kak," ucap Anjani kepada Bani setelah kakak lelakinya itu membaringkan Raja di atas tempat tidur. "Sama-sama, kamu juga langsung tidur. Istirahat yang cukup," balas Bani mencium kening adiknya kemudian keluar dari kamar Anjani. Anjani memilih untuk berganti pakaian lebih dulu, sebelum bergabung dengan si kembar di atas tempat tidur. Malam ini Anjani ingin tidur dengan si kembar, karena akhir-akhir ini si kembar suka sekali tidur dengan Kakek dan neneknya membuat Anjani merindukan keduanya padahal mereka ada di rumah yang sama. Selesai mencuci muka dan berganti pakaian, Anjani langsung naik ke atas tempat tidur. Raja berada di paling pojok dekat dinding, kemudian Rija di tengah dan Anjani dekat Rija. Sebelum membaringkan tubuhnya, Anjani menatap lekat kedua wajah anak kembarnya, tidak bisa Anjani pungkiri semakin si kembar besar, wajah mereka mirip sekali dengan ayahnya. Sungguh, mereka adalah Raka versi anak-anak. Dan karena itu Anjani semakin menyadari semua kenyataan yang ada, bahwa dirinya tidak pernah lepas dari bayang-bayang Raka, lelaki yang telah membuatnya jatuh cinta dan sakit hati secara bersamaan. "Mama yang bawa kalian sejak dalam kandungan, tetapi kenapa sekarang kalian malah mirip banget sama Papa, Nak," lirih Anjani masih memandang kedua jagoan kecilnya. "Jangan tinggalin Mama, kalian adalah segalanya buat Mama." ** Raka merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sepulang dari restoran dan makan malam dengan keluarganya, lalu tidak sengaja bertemu dengan Bani, Kakak dari gadis yang dulu sempat mengisi hari-harinya. Sepanjang perjalanan pulang tadi, Raka kembali mengingat tentang Anjani. Bahkan sedikit informasi yang diberikan oleh Bani tadi entah mengapa membuat hatinya bergetar kembali, mengatahui kalau Anjani baik-baik saja. Raka tidak menyangka Anjani memilih melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Padahal setahunya, gadis itu tidak merencanakan semua ini saat mereka masih di bangku sekolah menengah atas, Anjani bahkan selalu mengatakan tidak ingin jauh dari keluarga dan akan melanjutkan pendidikannya di dalam negeri, bahkan masih di kota ini. Apa keputusan gadis itu berubah dalam waktu singkat? Apa semua ini karena hubungan mereka yang tidak baik? Raka menggeleng, kenapa dia terlalu percaya diri sekali. Mungkin memang sudah rencana Anjani seperti itu dan sekarang dia tidak memiliki hak apapun yang ada sangkut pautnya dengan Anjani. Hubungan mereka sudah lama selesai kan. Tiba-tiba saja hatinya terasa sakit, kembali menyadari kenyataan bahwa hubungan mereka sudah selesai. Bahkan dulu, Raka tidak pernah berpikir hubungannya dengan Anjani akan putus begitu saja, Raka pikir Anjani akan menjadi perempuan satu-satunya, yang menemani Raka sampai mereka hidup bersama. Namun takdir ternyata membuat mereka menjalani hubungan hanya sementara. Kenapa sekarang Raka merasakan sakit mengingat semua itu? Mengingat bahwa dia telah menyakiti Anjani dulu. Kalau saja mereka tidak sama-sama egois, mungkin dulu mereka tidak memutuskan untuk mengakhiri semuanya, mungkin juga hubungan mereka masih berjalan sampai sekarang, bahkan mulai merencanakan ke jenjang yang lebih serius, sayangnya semua hanya tinggal kenangan. Seharusnya Raka tidak memikirkan semua ini, apalagi sekarang Raka memiliki Sheina dalam hidupnya. Anjani hanya masa lalu saja, yang menemani Raka di masanya. Sekarang yang harus Raka pertahankan adalah hubungannya dengan Sheina. Jangan sampai dia melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang di lakukannya kepada Anjani. ** Semua urusan di kampusnya sudah selesai. Anjani senang sekali meski selama ini banyak yang terjadi dalam hidupnya, namun akhirnya dia bisa berada di titik ini, menyelesaikan pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjananya. Anjani sangat bersyukur memiliki orang tua dan kedua kakak lelaki yang begitu mendukungnya selama ini. Tidak pernah Anjani merasa ditekan oleh mereka atas apa yang terjadi dan menjadi kesalahan pertama yang dia lakukan. Semuanya mendukung Anjani bahkan yang paling depan menyuruh Anjani untuk tetap melanjutkan pendidikan meski sudah memiliki dua malaikat kecil dalam hidupnya. Sekarang, setelah semua itu selesai dia lewati. Anjani masuk ke dalam kehidupan baru, bukan lagi sebagai seorang mahasiswa tetapi kali ini dirinya sudah menjadi seorang guru, cita-cita yang selama ini Anjani inginkan. Pekerjaan yang Anjani lakukan begitu menyenangkan, setiap hari bertemu dengan anak-anak didiknya yang menggemaskan, mengingatkan Anjani pada si kembar, mungkin saat Raja dan Rija sudah memasuki sekolah taman kanak-kanak nanti, akan memiliki teman banyak dan bisa bersosialisasi dengan orang lain. Anjani tidak sabar menantikan hari itu, di mana si kembar sudah memasukki dunia sekolah. "Miss, ini buat Miss Anjani." Anjani tersenyum kepada anak didiknya yang datang membawa satu kotak makanan yang di berikan kepadanya. Bukan untuk pertama kali anak muridnya memberikan makanan seperti ini kepada Anjani, sudah sering sekali setelah Anjani resmi mengajar di sekolah ini. "Makasih ya, Sayang. Baik banget murid Miss," ucap Anjani menerima kotak makanan itu dengan senang hati. "Sama-sama Miss. Di makan ya, roti itu udah di siapin sama Om Haikal." Anjani mengernyit mendengar nama yang begitu familiar ditelinganya. Apa mungkin orang yang sama, yang dipikirkan oleh Anjani. "Kata Om Haikal, Miss Anjani itu teman Om waktu sekolah. Emangnya benar ya, Miss?" "Nama panjang Om kamu apa?" Anjani penasaran sekali, karena namanya mirip dengan nama teman Raka saat SMA. "Haikal Pradito." Ternyata apa yang Anjani pikirkan benar, Haikal yang dimaksud oleh muridnya adalah Haikal yang sama, lelaki yang merupakan teman sekolah Raka dan dirinya dulu. Memang setelah kelulusan apalagi kondisinya yang tengah berbedan dua waktu itu, Anjani tidak pernah berkomunikasi dengan teman-teman semasa sekolahnya. Anjani mengganti semua kontak miliknya dan memilih untuk menenangkan diri. Tidak menyangka sekarang akan di pertemukan kembali dengan temannya saat sekolah. Haikal adalah yang paling tahu hubungan Anjani dengan Raka selama ini, mengingat lelaki itu memang teman dekat Raka sejak lama. Namun satu hal yang Anjani khawatirkan, jika dirinya kembali bertemu dengan Haikal. Tidak menutup kemungkinan kan Raka mengetahui keberadaannya. Apa sekarang Anjani juga harus menghindari semua orang yang berhubungan dengan Raka?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD