Damian masih memandang mobil hitam itu sampai mobil itu hilang dari pandangannya. Ia begitu penasaran siapa sebenarnya orang itu. Ia melanjutkan langkahnya memasuki rumah megah itu dan langsung disambut oleh seorang pembantu yang sedang menyapu di depan. "Selamat pagi Den Damian!" sapa seorang wanita paruh baya yang rambutnya disanggul. "Pagi, Bik! Papa mana, Bik?" tanya Damian seraya mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan. "Tuan Sean ada di ruang tengah, Den." "Ok, makasih." Damian kembali berjalan dengan langkah panjang sampai tiba di ruang tengah, ia mendapati papanya sedang duduk bersantai sambil menikmati secangkir teh hangat bersama mama tirinya. "Akhirnya kamu datang juga Damian," celetuk Sean ketika menyadari kehadiran putranya. "Duduk!" sambungnya. Damian menghela nap

