13

1322 Words

“Mas, jangan marah dong. Mungkin maksud ibu baik, Mas.” Aku duduk menghampirinya setelah menyelesaikan makan. “Ibu keterlaluan, Dek. Masa cuma makan diatur juga. Mau makan banyak atau sedikit, itu terserah aku lah. Aku bukan anak kecil lagi lho, Dek.” “Namanya orang tua, Mas. Pasti tetap menganggap anaknya seperti anak kecil meski dia sudah dewasa. Udah ya, jangan marah.” “Jangan bela ibu terus, Dek. Emang orang tua nggak bisa salah? Mereka egois, Dek.” “Iya, aku tau Mas. Tapi ‘kan itu orang tua kita. Harus tetap dihormati dong. Aku sering lho Mas, digituin sama ibu. Terus aku sering minta pindah dari sini ‘kan sama kamu. Tapi kamu nggak mau. Ya udah, ibu emang begitu kok. Apa mau pindah sekarang? Ayo, aku masih mau kok. Hehe.” “Nggak mungkinlah, Dek. Kita nggak mungkin pindah dari s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD